GROEJOEGAN1

Curug Gede-Cendana


baru dua kali ku ngunjungin t4 ini, pertama wktu acaranya panji pala nek ke puncak gunung cendana sari, kami mampir di curug gede pas pulangnya (solanya dateng malem hari, jadi gag turun ke curug). terus yang kedua wktu ngikut lomba jelajah desa ketenger rutenya lewat banyak pos2 wisata desa ketenger termasuk curug gede. klo puncak cendananya siy enggak . pos2 wisata laennya yang ada di desa Ketenger ntu diantaranya:
– Curug Kembar
– Curug Bayan
– Curug Celiling
– Curug Ciangin
– Curug Lawet
– Curug Petir
– Curug Gumang
– Gunung Bander
– Kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ketenger .

ni tempat stu kawasan kok sama obyek wisata baturraden, so klo maen ke baturraden mampirrah ke t4-t4 ini.

ngomong2 soal puncak cendana jadi inget lagunya luca band (band indie pwt) yang judulnya nuansa, udah bertahun2 ku cari downloadnya gak nemu2,, argh..

foto: http://extraputra.blogspot.com/2008/09/curug-gede.html
http://www.central-java-tourism.com/desa-wisata/in/ketengger.htm

37728355

Gedong Papak

gedong papak      
Gedong papak merupakan sebuah bangunan unik yang terletak di desa pageraji kecamatan cilongok. Beralamat di Jl Raya Pageraji Cilongok, kira-kira 7 km sebelah timur kota kecamatan Cilongok.
Diberi nama seperti itu karena memang pada awalnya bangunan ini memiliki atap yang unik, yaitu berbentuk datar (dalam bahasa Ngapak: “Papak”). Bentuk atap ini betahan hingga pada awal abad 21 dilakukan pemugaran oleh pihak pemilik bangunan sehingga tidak lagi berbentuk papak melainkan lancipseperti foto di atas. Namun demikian, nama Gedong Papak sudah demikian melekat sehingga masyarakat sekitar tetap menyebutnya Gedong papak.
seiring waktu berjalan, pemilik bangunan mengembangkan tempat ini sebagai kedai makan dengan mengusung nama “Ayam bakar & goreng Gedong Papak”. dengan diangkatnya nama gedong papak, diharapkan orang2 akan terus mengenang bangunan ini sebagai Gedong papak meski bentuk atapnya sudah tak lagi papak.

IMG_1596crop2-Custom

Curug Cipendok

Curug Cipendok terletak di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Air terjun Curug Cipendok memiliki ketinggian 92 meter. Hawa di sekitarnya sejuk dan sepanjang jalan menuju ke sana terdapat area perkebunan. Di sekitar wilayahnya terdapat bumi perkemahan dan sebuah telaga yang bernama Telaga Pucung. Lokasi air terjun ini cukup mudah untuk dicapai. Jalanmenuju lokasi sudah diaspal semua. Sampai lokasi parkir, dan berjalan menuju lokasi air terjun, kita benar-benar dapat menikmati pemandangan alam di sekitar sambil berolahraga. Di jalan menuju lokasi, banyak warung yang menjajakan Mendoan, susu murni yang bisa anda temukan di warung-warung rumah penduduk. Perkebunan tomat, cabai dan seledri cukup menarik dinimati dalam perjalanan menuju lokasi. Belum lagi sungai-sungai kecil denga air jernih mengalir, bisa mengundang kita untuk turun sejenak merasakan sejuk dan jernihnya air pegunungan. Bila hari besar seperti libur lebaran, lokasi ini cukup ramai dikunjungi setiap tahunnya.
(wikipedia)
emang seger banget aer di curug ini, udah beberapa kali maen ke t4 ini, yang paling berkesan ya waktu SMA dulu ketempat ini jalan kaki pergi pulang ma temen2, padahal angkot banyak, tapi nekat juga jalan kaki biar sehat gitu niatnya,, eh efeknya malah semaleman gag bs tidur gr2 kaki pegel2.
— updated—
Sempet juga akhrnya mampir lagi ke curug cipendok bareng temen2 elektro uny 04. Hari itu kami berencana ke cilacap buat menghadiri acara pernikahan dwi saputro. mumpung lewat sekalian piknik deh. (17 maret 2011)
 

Setelah sekian tahun, nampaknya tidak banyak yang berubah dari tempat ini. hanya jalan aspal menuju area wisata yang lebih baik sekarang memperlancar perjalanan kami.

waduk-penjalin

Waduk Penjalin

Waduk Penjalin memiliki luas 125 ha, terletak di tengah-tengah Desa Winduaji , 2,4 km arah selatan ibu kota Kecamatan Paguyangan. Dari ibu kota kecamatan ke arah selatan jurusan Purwokerto , kemudian sampai Desa Winduaji belok kanan ke lokasi waduk. Dari kota Paguyangan jaraknya 6 km, dari kota Bumiayu 12 km. Sedangkan dari Purwokerto 30 km. Waduk Penjalin terletak perbatasan Kab Banyumas dan Kab. Brebes. Waduk ini dibangun tahun 1930 oleh pemerintah kolonial Belanda bersamaan dengan Waduk Malahayu. Air waduk ini dipersiapkan untuk menyuplai irigasi Sungai Pemali bawah dan areal persawahan. Penjalin dalam Bahasa Jawa berati rotan. Di bagian muka waduk ini terdapat tanggul dengan ketinggian 16 m, lebar 4 m, dan panjang 850 m. Keliling waduk dikitari pedukuhan Mungguhan, Keser Kulon, Kali Garung, Kedung Agung, Soka, Karangsempu, Pecikalan, dan Karangnangka. Sedangkan di sebelah timur yang merupakan tanggul dan pintu gerbang waduk adalah dukuh Keser Tengah. Warga sekitar memanfaatkan kekayaan alam sekitar waduk sebagai tempat mencari nafkah, antara lain mencari ikan, memelihara keramba apung, dan pada saat Lebaran warga menyewakan perahu untuk rekreasi air keliling waduk. Sekarang, waduk itu banyak dimanfaatkan warga kota untuk berlibur dan bersantai seperti pengunjung dari Purwokerto, Cilacap, dan Purbalingga. Pada setiap Idul Fitri diselenggarakan Pekan Wisata Idul Fitri dengan acara lomba menangkap itik, pentas dangdut dan permainan ketangkasan anak. (wikipedia)

waduk penjalin

081005_101544

Gunung Puteri


 

Waktu itu aku bersama teman2 mengajak pak Royo hiking kesana, berangkat pagi-pagi dari desa lesmana (ajibarang wetan) dengan berjalan kaki ke arah selatan, setelah kira-kira 3 jam menyusuri perkampungan dan areal persawahan. foto di atas tampak gunung putri dari arah lesmana. Pegunungan putri ini tepatnya terletak di wilayah Desa Tiparkidul Kecamatan Ajibarang.

Sesampainya di kaki gunung, perjalanan kami dihadapkan pada medan terjal dan mendaki. Rasa lelah terobati begitu sampai pada ketinggian tertentu dangan pemandangan Gunung Slamet yang terlihat jelas dan begitu megah. Wangi hutan pinus pun membius selama perjalanan. Di puncak tertinggi gunung Putri kita dapat melihat indahnya kelok sungai tajum yang berada dibawah gunung putri. Dengan bekal keberanian naik pohon, pelabuhan cilacap juga dapat terlihat jelas dari puncak gunung ini.

 

Perjalanan pulang kami tidak melaui jalan yang sama, kami turun ke arah bendungan tajum. Ngomong2 soal bendungan tajum, bendungan ini merupakan suatu proyek besar yang dibangun pada kisaran 70-an. Diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 28 Februari 1973. Tujuan pembangunannya untuk irigasi yang membagi rata debit air hingga daerah Wangon dan Jatilawang.

Oiah, waktu itu di puncak gunung putri ada mata aer yang cukup jernih dan tidak apa2 bila langsung diminum. Saat minum dan membersihkan diri di mata air tersebut kami menemukan seekor hewan melata jenis miryapoda, ukurannya lumayan besar, 25 cm an. Setelah sedikit bersusah payah, kami berhasil menangkap dan memasukkannya ke dalam botol plastik. Keesokan harinya miryapoda tersebut aku siram formalin di lab biologi SMA Ajibarang sebagai bahan specimen.

kaligua

Kaligua

Buat kamu yang berasal dari luar wilayah banyumas mungkin asing dengan nama ini. Perkebunan teh ini terletak di sebalah barat kaki gunung Slamet, tepatnya di desa Pandansari, Paguyangan, kabupaten Brebes, provinsi Jawa Tengah. Kira-kira 1 jam dari rumahku. Lokasi ini memiliki ketinggian 1.500 s.d. 2.050 m di atas permukaan laut dan suhu antara 8 s.d. 28 derajat Celcius. Jarak tempuh +/- 10 km kearah timur dari kecamatan Paguyangan, Pesona kebun Teh dan pemandangan alam yang indah, Gua Jepang yang bersejarah, sebuah paket wisata pegunungan yang mengasyikkan.

kebun teh kaligua

Fasilitas yang ditawarkan oleh tempat ini antara lain Tea Walk, pembibitan teh, panen teh, pabrik pengolahan teh, jasa layanan teh, penginapan, lapangan tenis dan bilyard, area perkemahan, outbound games, petilasan (van de Jong, mbah Joko), turbin kuno, goa Jepang, Tuk Bening, goa Barat, Puncak Sakup, dan pusat layanan kesehatan.

Baru satu kali saya berkunjung ke tempat ini, pengen kesana lagi. Naek truk sayur ramai-ramai waktu itu, jalanan naik terjal berliku, keren banget pokoknya, pulangnya mampir dirumah amelia fembriati teman sekelasku waktu itu, lain kali klo kesana lagi insya Allah deh mampir lagi, nyicipin teh hangat langsung dari perkebunan.

renjeng

Telaga Renjeng

Maen ke kaligua sayang rasanya kalau tidak mampir juga di telaga ini, Jarak tempuh +/- 10 km kearah pabrik Teh Kaligua, sebuah hutan lindung dengan telaga alam yang dipenuhi oleh ribuan ikan lele. Banyak mitos di telaga ini, kebetulan waktu kesana kami tidak bertemu dengan juru kuncinya jadi gak berani macam2 disitu, hanya tertegun melihat banyaknya ikan lele yang kemruyuk di telaga yang begitu luas dingin dan dan tenang airnya, hiii,, malah gilo dhewe…

renjeng renjeng

PIC_0067-Mobile

Logawa Express

logawa expres jurusan pwt s/d jember ini menggantikan keberadaan kereta api purbaya jurusan purwokerto s/d surabaya yang udah akrab denganku semenjak ku masih dalam gendongan mama. Tempo itu purbaya masih menggunakan jok kursi rotan, banyak kutunya, tapi gerakan gerbong lebih stabil karena gerbong kereta wktu itu masih menggunakan per untuk pergerakan horisontal, tidak seperti sekarang ini, yang hanya menggunakan per vertikal.

senengnya kalo naek kereta ya begini, gelantungan di pintu nikmatin deru angin ma pemandangan alam, buat yang takut ketinggian bakalan kerasa nikmat banget tuh waktu melintas diatas jembatan serayu,
eh,, jadi inget,, waktu itu malaem2 melintas di serayu pas ulan purnama, keren banget liad tu bulan kembar, satu diatas langit, satunya di dalem aer..

klo melintas di terowongan juga asik, palagi klo kbetulan pas genset tu gerbong kereta mati, gelap gulita deh, di daerah buntu s/d pwt kereta ini melintasi 3 terowongan.

kenal jalan ini kan??
yup sbelah timur malioboro,
klo diliad dari atas gerbong keren juga noh.

foto diambil pake cif camera c65
©anjar-nurrohman.page.tl 2007-2008
pantai-pangandaran

Pangandaran

pantai-pangandaran

pantai-pangandaran

Dah dua kali ku maen ke tempat ini yang kali pertama modal nekat aja bareng ma temen2 PANJI PALA, niatnya kemping, jadi bawa tenda, gak nyewa hotel ehh,, apes,, malemnya hujan lebat, tenda gak memungkinkan buat berlindung, akhirnya nunut ngeup dah di gardu pandang, dengan alas karpet seadanya, kami 16 orang waktu itu tidur tumpuk undung di gardu yang cuma berukuran kira2 3x3m.
Kali kedua bareng temen2 satu kelas, saat itu pas liburan habis semesteran, bareng anak2 2B,
jadi inget ma pak dayat wali kelas kami yang jadi sakit gara2 kami ajak jalan kaki jauh menyusuri pantai.

Pangandaran,
Terletak di Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran ± 92 km arah selatan kota Ciamis
disini bisa ngeliad terbit dan tenggelamnya matahari dari satu tempat yang sama,
Pantainya landai dengan air yang jernih serta jarak antara pasang dan surut relatif lama, Terdapat pantai dengan hamparan pasir putih,
Tersedia baywatch, da juga taman laut dengan ikan-ikan dan kehidupan laut yang mempesona.
klo lagi beruntung, da juga acara tradisional yang terdapat di sini adalah Hajat Laut, yakni upacara yang dilakukan nelayan di Pangandaran sebagai perwujudan rasa terima kasih mereka terhadap kemurahan Tuhan YME dengan cara melarung sesajen ke laut lepas. Acara ini biasa dilaksanakan pada tiap-tiap bulan Muharam, dengan mengambil tempat di Pantai Timur Pangandaran. Pesta Hajat LautEvent pariwisata bertaraf internasional yang selalu dilaksanakan di sini adalah Festival Layang-layang Internasional (Pangandaran International Kite Festival) dengan berbagai kegiatan pendukungnya yang bisa kita saksikan pada tiap bulan Juni atau Juli.
Fasilitas yang tersedia:
Sudut lain Pantai Pangandaran
1. Lapang parkir yang cukup luas,
2. Hotel, restoran, penginapan, pondok wisata dengan tarif bervariasi,
3. Pelayanan pos, telekomunikasi dan money changer,
4. Gedung bioskop, diskotik
5. Pramuwisata dan Pusat Informasi Pariwisata,
6. Bumi perkemahan,
7. Sepeda dan ban renang sewaan,
8. Parasailing dan jetski.

1 2