Photo-3983-Small2

Wisata Lereng Merapi (Balerante – Kali Gendol – Kinahrejo)

22-01- 2012 dini hari saya bersama rekan-rekan mengunjungi kembali lereng merapi.  Perjalanan dimulai dari yogyakarta terus ke cangkringan ke arah balerante.
Balerante merupakan satu-satunya desa di Kabupaten Klaten yang luluh lantah akibat diterjang wedhus gembel. Tidak seperti setahun lalu, sesaat setelah diterjang awan panas, desa yang berjarak sekitar empat kilometer dari puncak Gunung Merapi itu menyerupai desa mati yang tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan, kawasan ini telah ditumbuhi pepohonan dan rerumputan yang menghijau. Selalu saja senyum ramah dan sapaan hangat menyambut kami dari penduduk desa yang hendak berangkat bertani. Kawah merapi yang terbentuk pada erupsi setahun yang lalu terlihat jelas karena belahannya tepat menghadap ke arah balerante. Sayangnya kami kurang beruntung untuk mendapatkan pemandangan matahari terbit karena cuaca pagi itu mendung
Setelah puas menikmati suasana pagi di Balerante, kami melanjutkan perjalanan ke hulu kali gendol untuk melihat aktivitas para penambang pasir Merapi. Pemandangan rumah2 penduduk yang hancur diterjang awan panas dan banjir lahar dingin masih bisa kita temui di sini.

 

Dari hulu kali gendol, kami kemudian meluncur ke cangkringan. Tempat wisata Kecamatan Cangkringan ini tidak dikelola oleh dinas pariwisata, melainkan oleh warga dusun Kinahrejo sendiri. Daerah-daerah yang dijadikan tempat wisata antara lain, bekas pedusunan, Kali adem, Petung, Kali tengah utara dan makam Mbah Maridjan di Glagaharjo. Tempat ini paling ramai dikunjungi pada saat hari libur. Dari wisatawan lokal sampai wisatawan asing sering berkunjung ke tempat wisata ini terutama bekas kediaman Mbah Maridjan dan makam Mbah Maridjan di Glagaharjo.

Pada tempat bekas kediaman Mbah Maridjan, pengunjung tidak diperbolehkan masuk, area tersebut dibatasi dengan kayu dan bambu seadanya dan pengunjung hanya bisa berfoto2 dari jauh. Sebagian besar pengunjung tertarik melihat puing-puing rumah dan mobil evakuasi yang hancur akibat terpaan awan panas.

Di sebelah kanan depan bekas kediaman Mbah Maridjan terdapat warung”Bu Mursani Asih” yang dikelola oleh menantu Mbah Maridjan dari anak ke 3, yang saat ini menjadi juru kunci merapi yang baru menggantikan Mbah Maridjan. Di kawasan yang dulunya terdapat Masjid Al- Amin dan warung serta rumah Mbah Maridjan, sekarang hanya tinggal anak tangga dari Masjid yang terdahulu dan Masjid baru yang telah dibangun kembali oleh warga sekitar dengan menggunakan bambu dan semen serta warung tersebut.

 

Di tempat wisata Kinahrejo terdapat foto-foto serta keterangan yang berisi kronologis bencana erupsi merapi tahun 2010 dari awal mulainya erupsi sampai dengan peristiwa meninggalnya Mbah Maridjan beserta relawan PMI dan reporter, serta kejadian setelah itu. Terdapat juga warung-warung makanan dan kios yang menjual cenderamata khas Merapi seperti bunga edelwais, kaos-kaos dan dompet batik serta DVD/VCD tentang erupsi merapi 2010 lalu.
Warga memberikan kemudahan dan fasilitas untuk pengunjung yang ingin mengunjungi daerah-daerah yang terkena erupsi merapi tahun 2010 lalu. Bagi pengunjung yang tidak kuat berjalan kaki untuk sampai di bekas kediaman Mbah Maridjan, yaitu kurang lebih 1Km dari tempat parkir, disediakan angkutan motor dengan biaya Rp 20.000 per motornya dan terdapat tour guide bagi pengunjung yang butuh penunjuk arah untuk ke tempat-tempat tersebut. Tentunya perihal tempat wisata ini warga memiliki peran besar dalam pengembangannya.


Selain angkutan motor biasa, warga juga menyewakan motor trail buat pengunjung yang menyukai tantangan dan ingin bergaya menjelajahi lahar dingin merapi. Lama waktu sewa adalah 30 menit dengan harga sewa motor trail Rp. 50.000,-, motor berdua, Rp. 40.000,-, sendiri Rp. 20.000,-, dan ojek Rp. 20.000,-. Hasil dari ojek dan persewaan kendaraan ini akan sangat membantu warga korban erupsi Merapi karena hampir semua korban tidak lagi memiliki pekerjaan seperti semua. Sebelum erupsi kawasan kaki Gunung Merapi dikenal sebagai penghasil susu perah yang produktif.

dalam-goa-zona-terang

Gua Pindul

Goa Pindul terletak di Dusun Gelaran, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul.

pose bersama di depan base camp
(kunjungan #1 Minggu, 11-9-11bersama teman2 serufo)
pose bersama di depan base camp
(kunjungan #2 Minggu, 11-9-11bersama teman2 elko)

Selama perjalanan menuju goa pindul, kami disuguhi pemandangan pedesaan yang asri. Sayangnya, untuk menuju ke lokasi Goa Pindul mau tidak mau harus melewati jalanan aspal yang rusak. Sepertinya pemerintah setempat kurang serius untuk mengelola pariwisata di daerahnya sendiri, padahal daerah Gunungkidul masih banyak potensi pariwisata yang masih terpendam.Goa Pindul merupakan wisata cave tubbing yang baru dibuka pada awal tahun 2011. Ada beberapa paket wisata yang ditawarkan diantaranya cave tubbing goa pindul, rafting sungai oyo, dan caving goa gelatik.

galeri foto dipajang pada dinding base camp cukup bermanfaat
bagi pengunjung untuk memilih paket wisata.
Paket wisata cave tubbing goa pindul pada saat kunjungan kami yang pertama dikenakan tarif IDR 35rb per orang. fasilitas yang didapatkan yaitu Pemandu, angkutan (mobil pickup) untuk menuju pintu start goa, Peralatan masuk goa (jaket pelampung, sepatu, ban karet, lampu), Bakso/mie ayam dan teh rosella (buatan desa setempat, rasanya manis dan asem). Berbeda dengan kunjungan kami yang kedua pada 13-11-2011 tarif untuk wisata cave tubing ini hanya IDR 25rb per orang.

Sebelum perjalanan dilakukan, peserta dikumpulkan untuk diberi pengaraan dan doa bersama. Satu persatu peserta diturunkan ke air, duduk nyaman di atas ban karet dan bergandengan tangan agar jangan sampai ada yang tertinggal saat menyusuri kegelapan di dalam goa.

Selama menyusuri goa, salah seorang pemandu menjelaskan bagian-bagian dari Goa Pindul sementara yang lainnya membantu mendorong ban karet peserta yang kesulitan mengarahkan bannya.


Goa Pindul dengan panjang sekitar 300 meter ini dibagi 3 zona yaitu zona terang, zona remang, dan zona gelap abadi. Di dalam zona gelap abadi terdapat Stalagmit terbesar yang diameter dan panjangnya puluhan meter disebut sebagai saka guru. Satalagtit lainnya antara lain stalagtit yang berbentuk seperti lingga. Menurut pemandu untuk kaum pria yang bisa memegang dapat lebih perkasa sedangkan untuk putri ada Air Mutiara merupakan air yang berwarna seperti mutiara yang menetes dari dinding stalaktit mutiara yang diperkirakan berusia limapuluh tahun. Konon, untuk wanita diharapkan dapat cuci muka dengan tetesan airnya agar awet muda dan tambah cantik (maaf foto tidak kami tampilkan biar penasaran ^_^ ). Ada pula stalagtit yang bentuknya seperti candi yang terbalik, menurut pemandu stalagtit tersebut merupakan stalagtit purba. Peserta juga disuguhi keindahan batu kristal di dalam goa yang berkilau kilau saat terkena cahaya. Pemandu menjelaskan bahwa zaman dulu pernah digunakan untuk pertapaan. di tempat tersebut pernah ditemukan peninggalan berupa arca. Kemudian di sebuah lekukan goa juga pernah digunakan untuk bersemedi oleh orang yang beragama Buddha beberapa tahun yang lalu sebelum objek wisata ini dibuka.

Kegelapan semakin pekat namun berangsur-angsur terlihat cahaya diujung jalan ketika melewati sebuah belokan. Akhirnya kami memasuki zona terakhir yaitu zona terang yang berupa goa vertikal (luweng) di dekat pintu keluar goa. Bagi peserta yang bisa berenang dipersilakan loncat dari atas tebing goa namun tetap menggunakan jaket pelampung.

Seusai membersihkan diri dan menikmati bakso serta teh yang merupakan fasilitas paket wisata, kami melanjutkan kegiatan hunting untuk mendapatkan potret menarik di alam pedesaan sekitar lokasi wisata.

5976_1193573717005_1158279842_596152_6270408_n1

Glagah

Pantai glagah da di kulon progo, fasilitas yang ditawarin meliputi:

  • Berperahu di danau pantai
  • Hotel & restoran
  • Perkebunan Buah Naga
  • Pelabuhan nelayan tradisional

lokasi mudah diakses, jalan relatif datar, tidak sperti jalan menuju pantai2 di kawasan gunung kidul yang naek turun.

ini foto pengalaman tragis waktu ke glagah bareng temen2 elco 04

berperahu di danau pantai sangat mengasyikkan, tidak salahnya anda mencoba merasakan sensasi berenang sambil bergelantungan di cadik perahu yang melaju kencang. Nakoda perahu biasanya akan mengingatkan anda untuk naek ketika kapal melintasi bagian danau yang dangkal, karena di danu itu digunakan juga untuk budidaya kerang. Kulit kerang yang tajam bisa saja berbahaya bila terinjak.

Di bagian dermaga  ada  beton pemecah ombak,, berdiri di ujuung dermaga, tunggu ombak besar datang dan…
byurr….  

www.tips-fb.com

Page_11

Idul adha 2010 di GK

Idul adha pada tahun 2010 ini saya lalui di ponjong, gnung kidul yogyakarta. Layaknya perayaan idul adha pasti diwarnai dengan pertumpahan darah. Darah yang dimaksud tentu saja darah hewan kurban.  Prosesi penyembelihan hewan kurban dilaksanakan 2 hari. Ada sebagian warga yang sudah menyembelih hewan kurbannya pada tanggal 16 november, namun ada juga yang baru melaksanakannya tanggal 17 november. Hewan yang disembelih meliputi sapi dan kambing.
Pemandangan yang menyenangkan melihat anak anak, orang tua berbaur bergotong royong mengeksekusi ewan kurban. Orang tua memotong, menguliti dan menghitung pembagian daging kurban, sedangkan anak2 menyiapkan api untuk membersihkan bulu2, mencuci jeroan, ada pula yang menghidangkan makanan dan minuman untuk dinikmati bersama2.
Sangat berbeda jika dibandingkan dengan suasana pembagian daging kurban di kota2 besar. Antusiasme warga yang ingin mendapatkan bagian daging kurban sangat besar. Mereka sampai rela berdesak desakan saling berebut untuk mendapatkan bagian. Bahkan ada yang sampai jatuh korban karena terinjak2.
DIGITAL CAMERA

Jembatan Srandakan

ketika itu berniat melaksanakan shalat iedul adha di padang pasir pantai parangkusumo. Namun rombongan kami kurang beruntung. Hujan pagi itu memaksa sholat ied urung dilaksanakan di pantai. Setelah melaksanakan sholat ied di masjid, pulangnya kami mampir hunting ke jembatan progo di srandakan,,
photo photo an…
bertiga

dapetnya kayak gini
waiting for my friend

trus foto kluarga

di atas jembatan srandakan

DIGITAL CAMERA

Parangkusumo

heheheheeeeee,,,
beberapa teman kita,, akhir2 ini mengalami kekecewaan yg amat sangat,,
dah ga tidur semalaman, laperrr, kehujanan,,
kecele 2x, wuihhhh, bener2 deh,, tapi tetep METALL!!!

hunting sholat iedul adha di pantai parang kusumo
yg ada hanya: kosong…

kosong

dan akhirnya kami pun melanjutkan untuk sholat ied berjamaah di masjid pantai parang tritis.

PIC_0067-Mobile

Logawa Express

logawa expres jurusan pwt s/d jember ini menggantikan keberadaan kereta api purbaya jurusan purwokerto s/d surabaya yang udah akrab denganku semenjak ku masih dalam gendongan mama. Tempo itu purbaya masih menggunakan jok kursi rotan, banyak kutunya, tapi gerakan gerbong lebih stabil karena gerbong kereta wktu itu masih menggunakan per untuk pergerakan horisontal, tidak seperti sekarang ini, yang hanya menggunakan per vertikal.

senengnya kalo naek kereta ya begini, gelantungan di pintu nikmatin deru angin ma pemandangan alam, buat yang takut ketinggian bakalan kerasa nikmat banget tuh waktu melintas diatas jembatan serayu,
eh,, jadi inget,, waktu itu malaem2 melintas di serayu pas ulan purnama, keren banget liad tu bulan kembar, satu diatas langit, satunya di dalem aer..

klo melintas di terowongan juga asik, palagi klo kbetulan pas genset tu gerbong kereta mati, gelap gulita deh, di daerah buntu s/d pwt kereta ini melintasi 3 terowongan.

kenal jalan ini kan??
yup sbelah timur malioboro,
klo diliad dari atas gerbong keren juga noh.

foto diambil pake cif camera c65
©anjar-nurrohman.page.tl 2007-2008