Ulead-VideoStudio-Plus-11

edit video pake ulead video studio

Ulead Video Studio merupakan salah satu software yang banyak digunakan untuk mengolah video-video di pc. Software buatan corel ini memang patut diacungkan jempol. Program ini mampu menghasilkan gambar Video yang sangat baik dan profesional. Ulead Video Studio mendukung format video seperti Avi, DV, MPGE atau DVD. Selain itu, Interface Ulead kali ini hadir lebih menarik dengan star up screen, panel-panel step, gallery dan library. Tersedia pula lebih dari 100 efek transisi, titling professional editor dan tools untuk menciptakan simple soundtrack. Ulead memberi beragam fasilitas lain diantaranya: capture, burning tanpa bantuan software lain, output video file (web page, electronic greeting card, dan movie screen saver)
 
Ada berbagai versi yang telah dirilis sampai sekarang, salah satunya Ulead Video Studio 11 Plus yang bisa di download di link berikut:

Download : Program Ulead Video Studio 11 Plus

Download : Keygen Ulead Video Studio 11 Plus

Ada tiga menu pada menu pada tampilan awal :

  • VideoStudio Editor untuk edit video secara bebas dan mandiri, 
  • Movie Wizard bila ingin melakukan proses pembakaran langsung dari DV cam ke DVD tanpa proses editing yang rumit, dan 
  • DV-to-DVDWizard bila ingin melakukan capture langsung dari DV atau DVD camcoder dan menyimpan hasilnya untuk proses pengeditan lebih lanjut.

    kita bisa mematikan tampilan ini dengan mencheklist pilihan di sudut kiri bawah. Ada pula pilihan untuk bekerja di tampilan 6:9 (wide screen). jika lebih senang pada format 4:3 maka tidak perlu di checklist. Beberapa video hasil kreasi iseng saya bersama kawan kawan bisa dilihat di gallery video blog ini. 
    Bagi pembaca yang kesulitan, PDF tutorial ulead video studio bisa di download melalui link berikut, 

          DOWNLOAD TUTORIAL

    semoga bermanfaat dan selamat berkarya. :)

    Image-1gyt

    MELAKSANAKAN PEKERJAAN DASAR POWER TRAIN

    • Kegiatan Belajar 1 : Mengidentifikasi Main Clutch Assy
    • Kegiatan Belajar 2 : Mengidentifikasi Direct/Over Drive
      Transmission Assy
    • Kegiatan Belajar 3 : Mengidentifikasi torque converter assy
    • Kegiatan Belajar 4 : Mengidentifikasi Power Shift Transmission
      Assy
    • Kegiatan Belajar 5 : Mengidentifikasi Transfer Case assy
    • Kegiatan Belajar 6 : Mengidentifikasi Shifter
    • Kegiatan Belajar 7 : Mengidentifikasi Axle dan Suspension
    • Kegiatan Belajar 8 : Mengidentifikasi Final Drive
    • Kegiatan Belajar 9 : Mengidentifikasi Steering Clutch/Brake
    • Kegiatan Belajar 10 : Mengidentikasi Air Brake System
    • Kegiatan Belajar 11 : Mengidentifikasi Engine Brake

     link download

      122810_1021_tipstrikm14

      Mengukur pemakaian daya listrik realtime di rumah

      Mau tau berapa pemakaian daya listrik realtime di rumah kita?
      cara yang tepat bukan memperkirakan pemakaian dengan menghitung daya yang tertulis pada peralatan listrik di rumah tapi dengan menggunakan watt meter. Sec umum drumah kita tdk ada tuh watt meter, jadi satu2nya cara mudahnya adl dengan menghitungnya melalui kWh meter yang lazim terpasang dirumah kita.
      tahu kan yg namanya kWh meter? biasanya disebut meteran listrik yang kayak gini

      bagian2 nya:

      1. kWh (kilo Watt jam) terukur
      2. piringan/cakram kWh meter
      3. segel PLN
      4. name plate
      5. cover MCB
      6. MCB

      alat lain yang perlu disiapin:

      • stopwach (pake hp jg boleh)
      • kalkulator (di hp juga biasanya dah ada menu kalkulator)

      prinsipnya, makin banyak daya aktif (watt) yang terpakai, putaran piringan / cakram kwh meter makin cepat. Kecepatan putaran piringan kWh meter inilah yang kita hitung berapa waktunya dengan stopwatch. gunakan tanda warna hitam di piringan sbagai patokan.
      misal kita dapetin untuk 3x putaran waktunya 43,52 detik.

      Selanjutnya kita lihat di name plate KWH meter, disana akan ditemukan banyak spesifikasi dari meteran listrik tersebut. Lihat berapa konstanta KWH meter yang satuannya PUTARAN/KWH atau PUT/KWH. Konstanta yang umum ada yang 900 put/KWH, 1250 put/KWH, 720 put/KWH dan 600 put/KWH. Misalnya konstanta 900 Put/KWH artinya untuk menghasilkan angka 1 KWH di stand meter piringan KWH harus berputar sebanyak 900 kali.
      nah kal gitu besarnya WATT yang kita pakai berati =
      WATT = (3600 x Jumlah Putaran) / (Konstanta x Waktu n Putaran) x 1000
      WATT = (3600 x 3)/(900 x 43,52) x 1000
      WATT = 0,275 x 1000
      WATT = 275 Watt

      So,,, pada saat pengukuran tadi kita sedang menggunakan daya listrik sebanyak 275 Watt.

      semoga bermanfaat.

      flash

      instal windows 7 via flashdisk

      sebenernya uda basi bnget, software yang instan tinggal pake juga bnyak, kyak win to flash, dll tapi gpp deh ta tulis lagi disini krena menurut pengalaman saya, banyak juga yang masih belum tau betapa mudahnya membuat flashdisk instalasi windows 7.

      yg dibutuhkan :
      1 unit kmputer yg msh bisa nyala (mau kita pake fasilitas diskpartnya)
      1 file instalasi windows 7, (bisa dari CD instalasi atw yg dah dsimpen di storage)
      1 flashdisk minimal 4 GB (coz file instalasi window 7 ukurannya 3GB lebih)

      langkah2:
      tancepin fd,
      buka diskpart –> pencet tombol windows+R, ketik “diskpart”, tekan enter

      di jendela diskpart
      ketik “list disk”, enter
      pilih disk dmana fd berada, misal di disk 1 maka ketik “select disk 1”, enter,,
      berikutnya,,
      “clean”, enter
      “create partition primary”, enter
      “select partition 1”, enter
      “format fs = fat32 quick”, enter
      “active”, enter
      “assign”, enter
      “exit”, enter

      dah sekatang tinggal buka wndow explorer, copy paste file instalasi windows 7 ke flasdisk.

      flash disk siap digunakan.

      caranya,,
      tancepin fd ke kompi yg mw diinstal,
      saat nyalakan kompi, cari boot device option (msg2 kmputer tmbol keynya beda2, misal di hp compaq tinggal pencet esc, trus F9), pilih boot flsdisk, proses intalasi pun brjalan.

      semoga bermanfaat.

      diskpart

      DiskPart Syntax (Windows 7)

      Disk Administration, Partition a disk. This page documents the
      Windows 7/2008 version of Diskpart, an earlier version of Diskpart is
      supplied in the 2003 Resource kit with a reduced set of options.

      
      
      Syntax
            DISKPART
      
      Commands you may then issue at the DISKPART prompt:
      
       LIST Disk
       LIST Partition
       LIST Volume
      
       SELECT Disk=n
       SELECT Partition=n
       SELECT Volume=n_or_d  (Number or Drive Letter)
      
       DETAIL Disk
       DETAIL Partition
       DETAIL volume
      
       ACTIVE  (set the current in-focus partition to be the system partition)
       ASSIGN         (allocate the next free drive letter)
       ASSIGN LETTER=E   (Choose a free letter)
       ATTRIBUTES DISK [{set | clear}] [readonly] [noerr]
       ATTRIBUTES VOLUME [{set | clear}] [{hidden | readonly | nodefaultdriveletter | shadowcopy}] [noerr]
       AUTOMOUNT [enable] [disable] [scrub] [noerr]
       FILESYSTEMS     (Use 'Select Volume' first)
       HELP
       INACTIVE   (mark a system/boot partition as inactive [don’t boot], use 'Select Partition' first)
       OFFLINE disk [noerr] (Take the current disc offline, use 'Select Disk' first)
       ONLINE {disk|volume} [noerr]
       REM  (remark/comment)
       REMOVE letter=E [dismount] [noerr]  (Remove drive letter E from the in-focus partition)
       REMOVE mount=path [dismount] [noerr]  (Remove mount point from the in-focus partition)
       REMOVE /ALL [dismount] [noerr]    (Remove ALL current drive letters and mount points)
       RESCAN     (Locate new disks that have been added to the computer)
       SHRINK [desired=n] [minimum=n] [nowait] [noerr]  (Reduce the size of the in-focus volume)
       SHRINK querymax [noerr]
       EXIT
       UNIQUEID disk [id={dword | GUID}] [noerr]   (Display or set the GUID partition table identifier
                                                    or MBR signature for the disk with focus)
      
      Commands to Manage Basic Disks:
      
       ASSIGN MOUNT=path  (Choose a mount point path for the volume)
      
       CREATE PARTITION Primary Size=50000  (50 GB)
       CREATE PARTITION Extended Size=25000
       CREATE PARTITION logical Size=25000
       DELETE Partition
       EXTEND Size=10000
       GPT attributes=n   (assign GUID Partition Table attributes)
       SET id=byte|GUID [override] [noerr]   (Change the partition type)
      
      Commands to Manage Dynamic Disks:
      
       ADD disk=n   (Add a mirror to the in-focus SIMPLE volume on the specified disk
                     see 'Diskpart Help' for more.)
       BREAK disk=n  (Break the current in-focus mirror)
       CREATE VOLUME Simple Size=n Disk=n
       CREATE VOLUME Stripe Size=n Disk=n,n,...
       CREATE VOLUME Raid Size=n Disk=n,n,...
       DELETE DISK
       DELETE PARTITION
       DELETE VOLUME
       EXTEND Disk=n [Size=n]
       EXTEND Filesystem [noerr]
       IMPORT [noerr]   (Import a foreign disk group, use 'Select Disc' first)
       RECOVER [noerr]  (Refresh disc pack state, attempt recovery on an invalid pack,
                         & resynchronize stale plex/parity data.)
       REPAIR disk=n [align=n] [noerr]  (Repair the RAID-5 volume with focus, replace with the specified dynamic disk)
       RETAIN   (Prepare an existing dynamic simple volume to be used as a boot or system volume)
      
      Commands to Convert Disks
      
       CONVERT basic
       CONVERT dynamic
       CONVERT gpt
       CONVERT mbr
       CLEAN [ALL]   (remove all partition and volume info from the hard drive)
       FORMAT [{fs=ntfs|fat|fat32] [revision=x.xx] | recommended}]
                 [label="label"] [unit=n] [quick] [compress]
                    [override] [nowait] [noerr]
      

      The diskpart commands may be placed in a text file (one command per line) and
      used as an input file to diskpart.exe:

      DiskPart.exe < myscript.txt 
      
      Example:
      
      SELECT DISK=0
      CREATE PARTITION PRIMARY
      ASSIGN LETTER=E
      SELECT PARTITION=1
      FORMAT FS=NTFS LABEL="New Volume" QUICK
      EXIT

      noerr – This option is for scripting
      only. With noerr set, when an error is encountered, DiskPart will
      continue to process commands as if the error did not occur. Without this
      parameter, an error causes DiskPart to exit with an error code.
      When selecting a volume or partition, you may use either the number or drive letter or the mount point path.
      The Windows Recovery Console,
      includes a simplified DISKPART command. It only provides functionality
      for adding and deleting partitions, but not for setting an active
      partition.
      Always back up the hard disk before running diskpart.

      semoga bermanfaat, misalnya untuk memanage partisi hd, membuat flasdisk bootable windows 7 dll.

      source: ss64.com

      A-few-diferent-way-to-tie-your-sneakers16

      variasi mengikat tali sepatu

      Bosan dengan sepatu yang terlihat itu-itu saja, berikut beberapa tips mengikat tali sepatu dengan berbagai variasi.

      kamus

      istilah-istilah pertambangan

      Kamus istilah pertambangan dapat diakses / didownload pada link-link berikut:

      Adapun beberapa istilah ( terminology ) yang sering digunakan di tambang batu bara antara lain,,

      1. Air-dried basis : disingkat ADB atau adb, berarti analisis contoh batubara dalam keadaan kadar kelembaban yang hampir sama dengan kelembaban udara sekitarnya.
      2. AMD : Acid Mine Drainage, Pengaliran air asam tambang (Pengaturan aliran air).
      3. Backfill : Tanah atau batuan yang dipakai untuk mengurangi (mengisi) bekas galian tambang batubara atau galian sipil lainnya. Kata ini juga dipakai sebagai kata kerja, yang berarti pekerjaan pengisian bekas penggalian. Dalam tambang batubara backfill lebih sering diartikan sebagai pekerjaan mengisi galian bekas endapan batubara beserta tanah penutupnya dengan tanah kupasan. Cara ini sangat dianjurkan dari segi teknis ekonomis teknik penambangan maupun dari segi dampak lingkungan, karena jarak pengangkutan kecil dan tanh buangan tidak memerlukan tambahan lahan disekitarnya. Backfill dapat juga berasal dari tambang dalam yang diangkut keluar hasil penggalian terowongan, jalan menuju kepermukaan kerja baru (pekerjaan persiapan).
      4. Batter slope : Kemiringan individual slope (kemiringan antara crest dan toe dalam satu slope di daerah galian / timbunan) .
      5. BCM : Bank Cubic Meter : volume insitu (di tempat).
      6. Bench : teras penggalian atau jenjang pada tambang batubara terbuka atau tambang lainnya ataupun pada pekerjaan pemindahan tanah. Dapat pula berarti bagian-bagian lapisan batubara yang dipisahkan oleh lapisan pengotor, misalnya lapisan serpih atau bagia-bagian dari lapisan batubara yang sudah terkupas, terbagi-bagi karena proses penambahannya.
      7. Berm : semacam tanggul atau dinding teras yang terbentuk secara alami. Lereng yang sengaja dibuat untuk penahan longsor pada tambang terbuka atau pada penggalian lainnya. Istilah berm sering pula disamakan dengan teras atau landaian yang dibuat untuk jalan angkut pada tambang terbuka. Berm dapat juga berarti lapisan tipis batubara yang ditinggalkan sementara untuk dipakai sebagai landasan kerja untuk pengupasan lapisan penutup disebelahnya.
      8. Bund Wall : Tanggul Pengaman.
      9. Coal Expose : Coal yang sudah terbuka / dibuang OB nya.
      10. Coal Inventory : Coal yang ada / masih ada dalam tambang dan siap diangkut keluar tambang (ke ROM).
      11. Contamination : Tercampurnya coal dengan material lain dari luar : OB, scorea, besi dll .
      12. Contour : Garis menghubungkan titik-titik yang sama ketinggiannya.
      13. Crest : Sisi atas / kepala slope.
      14. Cross Fall : Bentuk normal kemiringan jalan (cross section) satu atau dua arah.
      15. Culvert : Gorong-gorong untuk pengaliran air paritan, creek atau sungai kecil, biasanya terbuat dari plat baja / beton bertulang.
      16. Cut Back : Pemotongan pit dilakukan secara bertahap dengan garis potong sejajar dengan garis pit design, hal ini biasa dilakukan untuk mengimbangi stripping ratio pada proses pengerjaan tahap – tahap penambangan (Push back).
      17. Cut & Fill : Galian / potong dan timbun.
      18. Cycle time : Waktu edar untuk suatu aktivitas tertentu satu alat.
      19. Delay : Waktu hilang yang dapat dikontrol / dibatasi oleh tindakan manusia, seperti : Rest Time, Refueling, Move karena blasting.
      20. Dilution : Tercampurnya Ore (Emas) dengan material lain dari luar (waste, dll).
      21. Disposal : Tempat pembuangan / penumpukan material tak ” dipakai “ (OB, Sub Soil, Dll).
      22. Embankment : Timbunan massal (volume besar) untuk konstruksi.
      23. End Wall : Dinding atau batas akhir dari penambangan. Biasanya terdapat diujung daerah penambangan (melintang strike).
      24. Fleet : Sekumpulan Armada Produksi. Biasanya terdiri dari Excavator, Truck & alat pendukungnya : Bulldozer, Grader , dll.
      25. Floor : Lapisan bagian paling bawah dari batu bara (coal).
      26. Free face : Bidang bebas/batas antara material asli dan material yang sudah diambil (bisa coal atau OB).
      27. General work : Pekerjaan yang sifatnya umum untuk mensupport pekerjaan tambang misalnya : drainasi, sloping, cleaning, dll).
      28. Grade : Kemiringan jalan (%), misalnya 4 %.
      29. Grade : Kandungan / kadar mineral berharga dalam bijih ( Ore seperti Emas, grade dengan satuan 4 gr/ ton).
      30. Grubbing : Pengumpulan tumbuhan semak / perdu.
      31. High wall : Dinding tambang pada sisi kemiringan batu bara terdalam yang terdiri dari slope dan bench.
      32. Idle : Waktu hilang karena sebab yang tidak dapat dikontrol manusia, seperti : Hujan, Kabut, dll.
      33. Interburden : lapisan antara, yakni zona (lapisan) tanah/batuan diantara dua atau lebih lapisan batubara yang jarak tegaknya satu dengan lainnya tidak jauh. Dapat juga diartikan sebagai lapisan pengotor yang memisahkan suatu lapisan batubara dengan ketebalan yang layak ditambang. Lapisan pengotor ini biasanya terdiri dari serpih, lempung, batu pasir, batu lanau, batu lumpur, batu lempung limonit dan sejenisnya dan mungkin mengandung lapisan tipis batubara yang tidak layak ditambang (secara ekonomis).
      34. LCM : Loose Cubic Meter : Volume terurai / gembur.
      35. Log stock pilling : Area penumpukan kayu batangan / gelondongan (log).
      36. Low wall : Dinding tambang pada sisi terdangkal / singkapan ini bisa terbentuk dari floor atau bench/slope.
      37. Match Factor : Angka yang menunjukkan hasil perbandingan antara produksi alat muat dengan alat angkut yang dilayani. Match = seimbang jika nilainya 1 (satu).
      38. Mud Pond : Kolam Penampungan lumpur.
      39. NAR : singkatan dari net as-received, yaitu nilai (kalori) bersih dari conto batubara yang dianalisis dilaboratorium dan merupakan nilai kalori gross air dried (lihat GAD) disesuaikan dengan pengurangan unsur hidrogen.
      40. OB : singkatan dari Over Burden, yaitu lapisan tanah (batuan) yang menutupi lapisan batubara. sering disingkat dengan O/B.Bila Over Burden telah digali diangkat dan dibuang disebut waste (limbah).
      41. Overall slope : Kemiringan total dari beberapa slope yaitu dari crest tertinggi sampai toe yang paling terdalam.
      42. Out Crop : Singkapan batu bara / ujung atas batu bara yang terlihat langsung tanpa ada tanah (material) penutup.
      43. Rain : Waktu selama hujan berlangsung.
      44. Request Level (RL) : Ketinggian/level/elevasi yang diminta sesuai.
      45. Rip Rap : Tempat aliran air yang sengaja dibuat untuk mengalirkan air pada sisi kiri dan kanan jalan.
      46. Road drainage : Drainasi atau pengaliran air dari sisi kiri dan kanan jalan.
      47. Road maintenance : Perawatan jalan yang meliputi : grading, compacting, water spraying, bund wall, re-seating material surface, perawatan dll.
      48. Road pavement : Lapis pengerasan jalan, ini bisa terjadi dari agregate (batuan base/sub base coarse, coarse, surface), aspal atau beton.
      49. Roof : Lapisan bagian paling atas batu bara (coal).
      50. ROM ( Stock Pile ) : Run Off Mine, Raw Off Mine.
      51. Seam : lapisan batubara dengan kata lain suatu pelapisan tipis bila dibandingkan dengan tebalnya batuan di sutu wilayah geologi yang dapat terbagi menjadi 2 atau lebih lapisan dan secara terpisah atau digabung merupakan endapan batubara yang biasanya layak ditambang. Seam adakalanya juga berarti lapisan bahan galian mineral logam.
      52. Settling Pond : Kolam Pengendapan.
      53. Sight distance : Jarak pandang baik pandangan henti sampai dengan pandangan menyiap .
      54. Slippery : Wet condition, Waktu yang hilang setelah hujan sampai dengan kering dan dapat beroperasi kembali.
      55. Slope : lereng atau permukaan yang miring (membentuk sudut dengan bidang datar). Biasanya bentuk kemiringan dari bukaan (permuka) tambang terbuka. Di dalam geometri tambang terbuka lereng ini mempunyai batasan (terukur) mengikuti kaidah mekanika batuan (kemantapan lereng) dan ketentuan pemerintah.
      56. Stripping Ratio (SR) : Perbandingan jumlah volume batuan (OB, waste) yang harus dibongkar untuk mendapatkan sejumlah (ton) mineral/bahan tambang (Coal – Ore). Misalnya SR = 1 : 8.
      57. Sub Grade : Konstruksi badan jalan dari tanah yang telah memenuhi persyaratan kepadatan tertentu.
      58. Sub Soil : Tanah di bawah lapisan Top Soil tetapi diatas OB.
      59. Sump : tempat yang paling rendah (semacam kolam kecil) dalam tambang (tambang dalam atau tambang terbuka) untuk menampung air dan dari tempat itu air dipompakan keluar tambang.
      60. Super elevasi : Kemiringan badan jalan dari titik tengah (center line) sampai ke sisi terluar jalan.
      61. Toe : Sisi bawah / kaki slope.
      62. Top Soil : Tanah pucuk yang mengandung “hara” (bahan yang menyuburkan tanah.
      63. Underburden : sama dengan seat clay.
      64. Waste Dump : Nama lain disposal.
      65. Waste : Material-material yang tidak “dipakai”.
      66. Water spraying : Penyiraman jalan, biasa dilakukan untuk mengurangi debu atau menjaga kelembaban jalan tertentu.

      Semoga bermanfaat.

      1 2 3