DIGITAL CAMERA

Jembatan Srandakan

ketika itu berniat melaksanakan shalat iedul adha di padang pasir pantai parangkusumo. Namun rombongan kami kurang beruntung. Hujan pagi itu memaksa sholat ied urung dilaksanakan di pantai. Setelah melaksanakan sholat ied di masjid, pulangnya kami mampir hunting ke jembatan progo di srandakan,,
photo photo an…
bertiga

dapetnya kayak gini
waiting for my friend

trus foto kluarga

di atas jembatan srandakan

DIGITAL CAMERA

Parangkusumo

heheheheeeeee,,,
beberapa teman kita,, akhir2 ini mengalami kekecewaan yg amat sangat,,
dah ga tidur semalaman, laperrr, kehujanan,,
kecele 2x, wuihhhh, bener2 deh,, tapi tetep METALL!!!

hunting sholat iedul adha di pantai parang kusumo
yg ada hanya: kosong…

kosong

dan akhirnya kami pun melanjutkan untuk sholat ied berjamaah di masjid pantai parang tritis.

PIC_0067-Mobile1

Ponorogo at sura

Di akhir tahun 2008, disela-sela padatnya ritual perkuliahan, saya menyempatkan diri menyusul kawan-kawan serufo (UKM seni rupa dan fotografi UNY) mengunjungi acara grebeg suro di Ponorogo.
Jumat, 26 desember 2008…
Pagi itu, berbekal nikon FM 10 (red:kamera manual) bersama gerbong kereta sri tanjung saya menyusuri rel lempuyangan s/d madiun. Cuaca cerah, kereta melaju kencang memasuki daerah prambanan saya disuguhi pemandangan bukit ratu boko dan begitu memasuki area klaten gunung merapi terlihat cukup megah bersanding dengan gunung merbabu. Setelah mendekati madiun gunung lawu tak mau kalah menunjukkan kekokohannya setelah sebelumnya mata ini sakit melihat semrawut suasana sepanjang rel kota solo.

Turun di Stasiun Madiun kereta tepat waktu sesuai jadwalnya. Diluar stasiun pak ojek menyambut dengan gembira, tapi kumenolaknya dengan alasan mau cari angkot aja. setelah lama menunggu angkot gada yang datang, ya sudah, mungkin memang sudah rejekinya tukang ojeg saya diantarnya nyegat bus madiun-ponorogo di simpang rel. tarif ojek cukup murah standar 5 ribu rupiah dan bus hanya berkisar 7 ribu rupiah saja waktu itu. Sesampainya di terminal bus ponorogo, kira2 pukul 1 siang, saya dijemput kawan serufo yang rumahnya tak jauh dari tempat berlangsungnya event lomba reog di alun-alun Ponorogo.


Setelah beristirahat sjenak, pukul 4 sore kami berangkat menuju tempat festival reog. Dengan membawa perlengkapan kamera manual, masyarakat ponorogo yang antusias menyaksikan acara ternyata menganggap kami sebagai “mase wartawan”.  kami bertiga kala itu mendapatkan perlakuan istimewa disana. mungkin karena kamera masih merupakan hal yang istimewa yang hanya dimiliki wartawan saat itu.

Magrib menjelang, kami bertemu dengan putra ponorogo yang juga punya hobi sama, yudi namanya, diajaklah kami bertiga olehnya keliling lokasi alun-alun, mampir menikmati jajanan angkring di timur alun-alun. kemudian nongkrong di pendopo utara alun2.. (eh, maaf lho kalo salah arah). karena hari sudah larut malam, kami kemudian putuskan pulang ke penginapan di cokromenggalan untuk istirahat.
_______
Sabtu, 27 Desember 2008…
Dimulai pukul 4 sore aja deh, kegiatan pagi gak gitu penting cuma tidur makan tidur lagi makan lagi, siangnya abry dateng nyusul dari jakarta membawakan laptop untuk transfer foto dari camdig yang saya bawa. Kami menyalakan laptop tanpa menggunakan baterai. kami ingat betul baterai laptop hanya ditaruh di sekitar tempat menyalakan laptop. ketika magrib menjelang, kami dibuat ribet dikarenakan tiba-tiba batre laptop lenyap, sampe sore dicari gak ketemu. dan akhirnya bulu kuduk menjadi bediri ketika ternyata batrerai lptop tersebut ada di atas lemari. Padahal tak seorangpun yang merasa telah menaruhnya di sana..

Sore itu kemudian kami berangkat lagi ke alun-alun berharap menyaksikan pertunjukan reog yang lebih hebat lagi, namun cuaca kurang mendukung, sesekali harus ngeup karena gerimis. tak disangka, ketika waktu magrib pelangi muncul dilangit atas alun2, mantap abis deh.
Sampai malam saya lebih banyak memotret menggunakan camera digital dibanding FM-10, dan perut mulai lapar, kami pun bergegas keluar arena mencari obat penawar. Samainya diluar arena kami bertamu dengan seorang kawan serufo yang baru datang menyusul dengan badan basah kuyup. penasaran dengan hasil foto yang saya ambil, camdig ditanganku segera berpindah ke tangannya, dan kami pun segera melucur ke angkringan terdekat meninggalkan sigit dan ris bedua di panggung reog.
Sekitar satu jam kemudian… tiba tiba saja dengan wajah memelas kawan serufo yang membawa kamera digital tadi tak berhenti melontarkan kata.. ” maaas sooooooooooriiiiii…”
(lhadalah..jebul tdk sengaja terformat T.T )
Buka-buka laptop hanya menemukan software tune up undelete, yang tidak mempan untuk mengembalikan data yang terformat, yo wis direlain dah… sudah tdk sempat lagi download sofware selain belum adanya jaringan internet ataupun membeli kartu memory baru, karena besok memory kamera harus dgunakan untuk memotret lagi soalnya.
Minggu, 28 desember, 1 suro
Pagi-pagi kami sudah bangun,mandi dan bersiap menyaksikan acara kirab pusaka. Karena bila berjalan kaki dirasa terlalu jauh, bergelantunganlah kami di angkot kuning. Sesampainya dilokasi sudah sangat ramai. Bak bidadari, gadis-gadis ponorogo menggunakan pakaian adat betebaran diatas kereta hias. 
—malam—
Tidak ingin ketinggalan acara larung saji, jam delapan malam kami meluncur ke telaga ngebel. Pemandangan yang sangat menakjubkan malam itu adalah pesta kembang api di tengah telaga tepat jam 00.00.
—dini hari—
gak bs tidur, malah dirubung uwur uwur…
—subuh—
maen aer telaga,,
— pagi menjelang siang–
larungan kembali dilaksanain, keren tumpengya gabungan dari 8 kelurahan.
—sore—
kembali ke penginapan
selasa,29 desember,
pagi cari oleh2,,
siang balik jogja , pake logawa,
jam5 baru nyampe lempuyangan,
waduk-penjalin

Waduk Penjalin

Waduk Penjalin memiliki luas 125 ha, terletak di tengah-tengah Desa Winduaji , 2,4 km arah selatan ibu kota Kecamatan Paguyangan. Dari ibu kota kecamatan ke arah selatan jurusan Purwokerto , kemudian sampai Desa Winduaji belok kanan ke lokasi waduk. Dari kota Paguyangan jaraknya 6 km, dari kota Bumiayu 12 km. Sedangkan dari Purwokerto 30 km. Waduk Penjalin terletak perbatasan Kab Banyumas dan Kab. Brebes. Waduk ini dibangun tahun 1930 oleh pemerintah kolonial Belanda bersamaan dengan Waduk Malahayu. Air waduk ini dipersiapkan untuk menyuplai irigasi Sungai Pemali bawah dan areal persawahan. Penjalin dalam Bahasa Jawa berati rotan. Di bagian muka waduk ini terdapat tanggul dengan ketinggian 16 m, lebar 4 m, dan panjang 850 m. Keliling waduk dikitari pedukuhan Mungguhan, Keser Kulon, Kali Garung, Kedung Agung, Soka, Karangsempu, Pecikalan, dan Karangnangka. Sedangkan di sebelah timur yang merupakan tanggul dan pintu gerbang waduk adalah dukuh Keser Tengah. Warga sekitar memanfaatkan kekayaan alam sekitar waduk sebagai tempat mencari nafkah, antara lain mencari ikan, memelihara keramba apung, dan pada saat Lebaran warga menyewakan perahu untuk rekreasi air keliling waduk. Sekarang, waduk itu banyak dimanfaatkan warga kota untuk berlibur dan bersantai seperti pengunjung dari Purwokerto, Cilacap, dan Purbalingga. Pada setiap Idul Fitri diselenggarakan Pekan Wisata Idul Fitri dengan acara lomba menangkap itik, pentas dangdut dan permainan ketangkasan anak. (wikipedia)

waduk penjalin

081005_101544

Gunung Puteri


 

Waktu itu aku bersama teman2 mengajak pak Royo hiking kesana, berangkat pagi-pagi dari desa lesmana (ajibarang wetan) dengan berjalan kaki ke arah selatan, setelah kira-kira 3 jam menyusuri perkampungan dan areal persawahan. foto di atas tampak gunung putri dari arah lesmana. Pegunungan putri ini tepatnya terletak di wilayah Desa Tiparkidul Kecamatan Ajibarang.

Sesampainya di kaki gunung, perjalanan kami dihadapkan pada medan terjal dan mendaki. Rasa lelah terobati begitu sampai pada ketinggian tertentu dangan pemandangan Gunung Slamet yang terlihat jelas dan begitu megah. Wangi hutan pinus pun membius selama perjalanan. Di puncak tertinggi gunung Putri kita dapat melihat indahnya kelok sungai tajum yang berada dibawah gunung putri. Dengan bekal keberanian naik pohon, pelabuhan cilacap juga dapat terlihat jelas dari puncak gunung ini.

 

Perjalanan pulang kami tidak melaui jalan yang sama, kami turun ke arah bendungan tajum. Ngomong2 soal bendungan tajum, bendungan ini merupakan suatu proyek besar yang dibangun pada kisaran 70-an. Diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 28 Februari 1973. Tujuan pembangunannya untuk irigasi yang membagi rata debit air hingga daerah Wangon dan Jatilawang.

Oiah, waktu itu di puncak gunung putri ada mata aer yang cukup jernih dan tidak apa2 bila langsung diminum. Saat minum dan membersihkan diri di mata air tersebut kami menemukan seekor hewan melata jenis miryapoda, ukurannya lumayan besar, 25 cm an. Setelah sedikit bersusah payah, kami berhasil menangkap dan memasukkannya ke dalam botol plastik. Keesokan harinya miryapoda tersebut aku siram formalin di lab biologi SMA Ajibarang sebagai bahan specimen.

kaligua

Kaligua

Buat kamu yang berasal dari luar wilayah banyumas mungkin asing dengan nama ini. Perkebunan teh ini terletak di sebalah barat kaki gunung Slamet, tepatnya di desa Pandansari, Paguyangan, kabupaten Brebes, provinsi Jawa Tengah. Kira-kira 1 jam dari rumahku. Lokasi ini memiliki ketinggian 1.500 s.d. 2.050 m di atas permukaan laut dan suhu antara 8 s.d. 28 derajat Celcius. Jarak tempuh +/- 10 km kearah timur dari kecamatan Paguyangan, Pesona kebun Teh dan pemandangan alam yang indah, Gua Jepang yang bersejarah, sebuah paket wisata pegunungan yang mengasyikkan.

kebun teh kaligua

Fasilitas yang ditawarkan oleh tempat ini antara lain Tea Walk, pembibitan teh, panen teh, pabrik pengolahan teh, jasa layanan teh, penginapan, lapangan tenis dan bilyard, area perkemahan, outbound games, petilasan (van de Jong, mbah Joko), turbin kuno, goa Jepang, Tuk Bening, goa Barat, Puncak Sakup, dan pusat layanan kesehatan.

Baru satu kali saya berkunjung ke tempat ini, pengen kesana lagi. Naek truk sayur ramai-ramai waktu itu, jalanan naik terjal berliku, keren banget pokoknya, pulangnya mampir dirumah amelia fembriati teman sekelasku waktu itu, lain kali klo kesana lagi insya Allah deh mampir lagi, nyicipin teh hangat langsung dari perkebunan.

renjeng

Telaga Renjeng

Maen ke kaligua sayang rasanya kalau tidak mampir juga di telaga ini, Jarak tempuh +/- 10 km kearah pabrik Teh Kaligua, sebuah hutan lindung dengan telaga alam yang dipenuhi oleh ribuan ikan lele. Banyak mitos di telaga ini, kebetulan waktu kesana kami tidak bertemu dengan juru kuncinya jadi gak berani macam2 disitu, hanya tertegun melihat banyaknya ikan lele yang kemruyuk di telaga yang begitu luas dingin dan dan tenang airnya, hiii,, malah gilo dhewe…

renjeng renjeng

PIC_0067-Mobile

Logawa Express

logawa expres jurusan pwt s/d jember ini menggantikan keberadaan kereta api purbaya jurusan purwokerto s/d surabaya yang udah akrab denganku semenjak ku masih dalam gendongan mama. Tempo itu purbaya masih menggunakan jok kursi rotan, banyak kutunya, tapi gerakan gerbong lebih stabil karena gerbong kereta wktu itu masih menggunakan per untuk pergerakan horisontal, tidak seperti sekarang ini, yang hanya menggunakan per vertikal.

senengnya kalo naek kereta ya begini, gelantungan di pintu nikmatin deru angin ma pemandangan alam, buat yang takut ketinggian bakalan kerasa nikmat banget tuh waktu melintas diatas jembatan serayu,
eh,, jadi inget,, waktu itu malaem2 melintas di serayu pas ulan purnama, keren banget liad tu bulan kembar, satu diatas langit, satunya di dalem aer..

klo melintas di terowongan juga asik, palagi klo kbetulan pas genset tu gerbong kereta mati, gelap gulita deh, di daerah buntu s/d pwt kereta ini melintasi 3 terowongan.

kenal jalan ini kan??
yup sbelah timur malioboro,
klo diliad dari atas gerbong keren juga noh.

foto diambil pake cif camera c65
©anjar-nurrohman.page.tl 2007-2008
210px-dufan

Dufan

Dufan, dunia fantasi, asyik banget nih disini, maen tabrak2 an, liad istana boneka, ngikutin kisah rama shinta, terjundari ketinggian dll smuanya ada, dari yang nyenengin pe yang berbahaya buat yang jantungan.
Pengalaman lucu waktu dirumah cermin, ma temen2 beradu bakat, pake stop watch, masuk satu2, yang paling cepet bisa keluar yang menang, giliranku masuk bingung gak ketulungan, kuliad da celah karena cermin yang keliatan longgar, kukira pintu keluar, sdikit kutarik agak keras, kutarik lagi..” kratak!!” lepas tu cermin, dibalik cermin cuma ada papan kayu, busyet ini sih bukan pintu keluar,, buru2 dah aku manuver badan, ngumpet, takut klo da petugas yang liad klo aku yang nambah parah kondisi tu cermin, beruntung nemu pintu kluar,, dengan prasaan dag dig dug, kabur dah..
lebih lanjut tentang dufan klik aja nih http://www.ancol.com/default.php?lang=indo

pantai-pangandaran

Pangandaran

pantai-pangandaran

pantai-pangandaran

Dah dua kali ku maen ke tempat ini yang kali pertama modal nekat aja bareng ma temen2 PANJI PALA, niatnya kemping, jadi bawa tenda, gak nyewa hotel ehh,, apes,, malemnya hujan lebat, tenda gak memungkinkan buat berlindung, akhirnya nunut ngeup dah di gardu pandang, dengan alas karpet seadanya, kami 16 orang waktu itu tidur tumpuk undung di gardu yang cuma berukuran kira2 3x3m.
Kali kedua bareng temen2 satu kelas, saat itu pas liburan habis semesteran, bareng anak2 2B,
jadi inget ma pak dayat wali kelas kami yang jadi sakit gara2 kami ajak jalan kaki jauh menyusuri pantai.

Pangandaran,
Terletak di Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran ± 92 km arah selatan kota Ciamis
disini bisa ngeliad terbit dan tenggelamnya matahari dari satu tempat yang sama,
Pantainya landai dengan air yang jernih serta jarak antara pasang dan surut relatif lama, Terdapat pantai dengan hamparan pasir putih,
Tersedia baywatch, da juga taman laut dengan ikan-ikan dan kehidupan laut yang mempesona.
klo lagi beruntung, da juga acara tradisional yang terdapat di sini adalah Hajat Laut, yakni upacara yang dilakukan nelayan di Pangandaran sebagai perwujudan rasa terima kasih mereka terhadap kemurahan Tuhan YME dengan cara melarung sesajen ke laut lepas. Acara ini biasa dilaksanakan pada tiap-tiap bulan Muharam, dengan mengambil tempat di Pantai Timur Pangandaran. Pesta Hajat LautEvent pariwisata bertaraf internasional yang selalu dilaksanakan di sini adalah Festival Layang-layang Internasional (Pangandaran International Kite Festival) dengan berbagai kegiatan pendukungnya yang bisa kita saksikan pada tiap bulan Juni atau Juli.
Fasilitas yang tersedia:
Sudut lain Pantai Pangandaran
1. Lapang parkir yang cukup luas,
2. Hotel, restoran, penginapan, pondok wisata dengan tarif bervariasi,
3. Pelayanan pos, telekomunikasi dan money changer,
4. Gedung bioskop, diskotik
5. Pramuwisata dan Pusat Informasi Pariwisata,
6. Bumi perkemahan,
7. Sepeda dan ban renang sewaan,
8. Parasailing dan jetski.

1 2 3 4