P1180098-Mobile1

Baturraden

Letaknya kira-kira 15 km an sebelah utara kota purwokerto. wisata alam yang elok di kaki ggunung slamet ini  menjadi kebanggaan warga banyumas yang kental dengan cerita legenda raden kamandaka (lutung kasarung). Aksesnya mudah, tersedia banyak t4 penginapan, angkot khusus wisata, ada camping ground juga.

Obyek yang ada di sini meliputi:

  • pancuran pitu,
  •  pancuran telu
  •  Taman Kaloka Widya Mandala Baturraden atau Wisata Pendidikan Wanasuka Baturraden
  • Pemandian Air Panas
  • Curug Ceheng
  • Wahana Wista Lembah Combong
  • Combong Valley Paint Ball and War Games
  • Telaga Sunyi

 ini sdikit foto2 narsisku waktu berkunjung di baturraden, ^_^

minat berkunjung jg? peta…

Page_11

Idul adha 2010 di GK

Idul adha pada tahun 2010 ini saya lalui di ponjong, gnung kidul yogyakarta. Layaknya perayaan idul adha pasti diwarnai dengan pertumpahan darah. Darah yang dimaksud tentu saja darah hewan kurban.  Prosesi penyembelihan hewan kurban dilaksanakan 2 hari. Ada sebagian warga yang sudah menyembelih hewan kurbannya pada tanggal 16 november, namun ada juga yang baru melaksanakannya tanggal 17 november. Hewan yang disembelih meliputi sapi dan kambing.
Pemandangan yang menyenangkan melihat anak anak, orang tua berbaur bergotong royong mengeksekusi ewan kurban. Orang tua memotong, menguliti dan menghitung pembagian daging kurban, sedangkan anak2 menyiapkan api untuk membersihkan bulu2, mencuci jeroan, ada pula yang menghidangkan makanan dan minuman untuk dinikmati bersama2.
Sangat berbeda jika dibandingkan dengan suasana pembagian daging kurban di kota2 besar. Antusiasme warga yang ingin mendapatkan bagian daging kurban sangat besar. Mereka sampai rela berdesak desakan saling berebut untuk mendapatkan bagian. Bahkan ada yang sampai jatuh korban karena terinjak2.
IMG_1840 (Large)

Mie Ongklok dan Pesona Dataran Tinggi Dieng

Liburan maulud nabi yang jatuh pada februari 2010 ini saya menyempatkan diri berlibur ke obyek wisata dieng. Rombongan yang berjumlah 9 orang sore itu berangkat meski hujan lebat. Sampai di kota wonosobo alhamdulillah, hujan sudah reda. Kami pun mampir sejenak menikmati suasana alun2 wonosobo yang sore itu tengah diadakan pertandingan sepak bola.

Photo 0270

Setelah puas berfoto-foto, isnan mengajak kami untuk mencoba makanan yang katanya terkenal di wonosobo yaitu mie ongklok. Karena navigator yang buruk, akhirnya kami butuh 3 kali mengitari alun2 untuk menemukan warung tersebut. Yah, tata kota yang aneh, banyak jalan searah dan jalan yang tidak boleh dilalui oleh kendaraan umum.

Warung mie ongklok tidak terlalu penuh, sehingga kami tak perlu berebut tempat dan mengantri terlalu lama. Ya, ku pikir kenapa juga ya dikasih nama aneh kayak gitu,,ah,, ra peduli, pangan wae,, eh, tapi mie ini emang unik siy,, selain bumbunya yang kental,, mie ini juga dihidangkan bersama sate sapi dan tempe goreng yang lebih mirip paduan antara peyek. katanya siy namanya tempe kemul. trus kuahnya namanya loh.
(ah,, mboh piye to iki le nyritakke bingung) iki delok gambare ae..


hmmm,, dasare perut laper,, rasanya yummy juga..

Setelah puas menikmati hidangan mie ongklok dan tempe kemul, kami kemudian melanjutkan perjalanan ke rumah saudara teman kami untuk menginap.

Pagi-pagi udara dingin dan segar pegunungan menarik semangat kami menyambut matahari terbit dengan mendaki bukit di sekitar komplek pemukiman. Sejak pagi buta warga terlihat warga sudah mulai beraktivitas di ladang.

IMG_1823 (Large)

Selepas membersihkan diri kami kemudian bergegas melanjutkan perjalanan berkeliling obyek wisata yang ada di dieng plateau.

 Photo 0382 Photo 0379

IMG_0012 (Small)

PIC_0122-Custom-Small1

Memancing di Waduk Sermo

Obyek wisata Waduk Sermo terletak di desa Hargowilis kec. Kokap. Jarak dari Yogyakarta 36 km. ke arah barat dan 6 km. dari kota Wates. Waduk ini merupakan satu-satunya waduk di propinsi D.I.Y. yang mempunyai luas genangan 157 Ha.

Berbekal tekad dan nekad, 

malam itu kami (rombongan hpl; himpunan pemancing lembah, lembah yg dimaksud merujuk ke lembah kampus UGM, red) bergerak meluncur menembus derasnya hujan ke arah kulon progo. Sesampainya disana pagi buta kami berteduh di sebuah gubug yang ada di tepian waduk. Beberapa anggota yang memang sudah tak sabar langsung turun ke waduk untuk mengadu kail. aku sendiri yang udah gag tahan kantuk lebih milih tidur, subuh baru aku menyusul turun ke waduk. Pemandangan matahari terbit sungguh indah waktu itu, langit cerah setelah malamnya hujan deras. kail pun segera dimainkan.

Sayangnya hanya ikan kecil-kecill yang kami dapat, namun jumlahnya cuup banyak. Selain menggunakan pancing, ada juga pencari ikan yang menggunakan senapan angin untuk berburu ikan. Caranya cukup unik. peluru senaan angin dikaitkan dengan senar panjang. Dengan menggunakan teropong dari tepi waduk senapan angin diarahkan ke ikan besar yang terlihat muncul di permukaan air. Butuh kejelian dan keterampilan menembak yang mumpuni, tak jarang tembakan meleset dan senar tersangkut ranting-ranting pohon yang ada di dasar waduk. Bila tembakan tepat sasaran, peluru menancap di badan ikan, pemburu tinggal menariknya saja secara hari hati ke tepi danau.

bonus:

Photo-00460aaaaa1

Rowo Jombor

Rowo Jombor adalah sebuah daerah wisata kuliner di selatan Klaten. Tempatnya agak tersembunyi, tapi begitu memasuki area rowo, maka akan nampak pemandangan yang ramai sekali, ada sekian banyak gubuk-gubuk makan yang dibangun dengan rapih diatas rowo. Di sebelah utara rowo terdapat bukit yang juga tak kalah menarik. Melalui bukit ini kita dapat melihat pemandangan rowo dari atas terutama saat matahari terbit ataupun saat sunset. Bila malam hari maka akan terlihat lampu2 yang indah diatas air rowo dari atas bukit ini.
C360_2013-07-11-10-35-22-3511

Candi Prambanan

Candi prambanan atau Candi Rara Jonggrang atau Lara Jonggrang yang terletak di Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Candi ini terletak di pulau Jawa, kurang lebih 20 km timur Yogyakarta, 40 km barat Surakarta dan 120 km selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. ingin tau selengkapnya silahkan buka http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Prambanan.

Beberapa kali saya berkunjung ke candi prambanan ini, salah satunya ketika mengunjungi teman kuliah yang mengadakan acara syukuran di rumanya yang terletak  hanya beberapa ratus meter dari candi ini. Cukup beruntung sore itu karena rombongan kami bebas tiket masuk. Sementara bila melalui pintu utama maka kita akan dipatok tiket masuk
Karena sudah sore udara tidak terlalu panas membuat kami semakin terhanyut menikmati pemandangan di sini.

DSC_0707 (Small)

Candi Gedong Songo

Berawal dari keinginan teman-teman serufo untuk mengadakan kegiatan hunting, makrab dan pelantikan anggota baru, berangkatkanlah kami ke candi gedong songo. Perjalanan dari jogja lumayan menguras tenaga, badan pegel plus senam jantung karena perjalanan menggunakan sepeda motor bersama patrick, seorang pemuda asal wonosari yang sangat lihai ngebut di tikungan tajam dan curam. Namun sesampainya di lokasi, udara yang sejuk dan pemandangan yang indah membuat semua rasa capek di perjalanan seketika terobati. Kamipun segera bergerak mengumpulkan informasi terkait rencana teknis pelaksanaan kegiatan kami di candi gedong songo nantinya.
candi gedong songo foto : lutfi geligelo
Candi Gedong Songo adalah nama sebuah komplek bangunan candi peninggalan budaya Hindu yang terletak di Desa Candi, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia tepatnya di lereng Gunung Ungaran. Di kompleks candi ini terdapat lima buah candi.
Candi ini diketemukan oleh Raffles pada tahun 1804 dan merupakan peninggalan budaya Hindu dari zaman Wangsa Syailendra abad ke-9 (tahun 927 masehi).
Candi ini memiliki persamaan dengan kompleks Candi Dieng di Wonosobo. Candi ini terletak pada ketinggian sekitar 1.200 m di atas permukaan laut sehingga suhu udara disini cukup dingin (berkisar antara 19-27°C)
Lokasi 9 candi yang tersebar di lereng Gunung Ungaran ini memiliki pemandangan alam yang indah. Di sekitar lokasi juga terdapat hutan pinus yang tertata rapi serta mata air yang mengandung belerang.
Untuk menempuhnya, diperlukan perjalanan sekitar 40 menit dari Kota Ambarawa dengan jalanan yang naik, dan kemiringannya sangat tajam (rata-rata mencapai 40 derajat). Lokasi candi juga dapat ditempuh dalam waktu 10 menit dari obyek wisata Bandungan. Berikut daftar jarak tempuh menuju candi ini.
  • Gedong Songo – Ungaran : 25 km
  • Gedong Songo – Ambarawa : 15 km
  • Gedong Songo – Semarang : 45 km

(wikipedia)

—- 2 —
Kegiatan hunting, makrab dan pelantikan anggota baru yang diinginkan akhirnya tidak jadi dilaksanakan karena beberapa hal, sampai selang beberapa waktu kmudian pada 20-22 september 2009 barulah kami mengadakan kegiatan hunting bersama di tempat ini.

Pemandangan jalan pedesaan menuju area candi gedong songo

Pemandangan jalan pedesaan menuju area candi gedong songo

Tanah lapang dan camping ground candi gedong songo

Tanah lapang dan camping ground candi gedong songo

Himbauan untuk menjaga benda cagar budaya

Himbauan untuk menjaga benda cagar budaya

Foto bersama peserta hunting serufo di gapura candi gedong songo

Foto bersama peserta hunting serufo di gapura candi gedong songo

GROEJOEGAN1

Curug Gede-Cendana


baru dua kali ku ngunjungin t4 ini, pertama wktu acaranya panji pala nek ke puncak gunung cendana sari, kami mampir di curug gede pas pulangnya (solanya dateng malem hari, jadi gag turun ke curug). terus yang kedua wktu ngikut lomba jelajah desa ketenger rutenya lewat banyak pos2 wisata desa ketenger termasuk curug gede. klo puncak cendananya siy enggak . pos2 wisata laennya yang ada di desa Ketenger ntu diantaranya:
– Curug Kembar
– Curug Bayan
– Curug Celiling
– Curug Ciangin
– Curug Lawet
– Curug Petir
– Curug Gumang
– Gunung Bander
– Kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ketenger .

ni tempat stu kawasan kok sama obyek wisata baturraden, so klo maen ke baturraden mampirrah ke t4-t4 ini.

ngomong2 soal puncak cendana jadi inget lagunya luca band (band indie pwt) yang judulnya nuansa, udah bertahun2 ku cari downloadnya gak nemu2,, argh..

foto: http://extraputra.blogspot.com/2008/09/curug-gede.html
http://www.central-java-tourism.com/desa-wisata/in/ketengger.htm

37728355

Gedong Papak

gedong papak      
Gedong papak merupakan sebuah bangunan unik yang terletak di desa pageraji kecamatan cilongok. Beralamat di Jl Raya Pageraji Cilongok, kira-kira 7 km sebelah timur kota kecamatan Cilongok.
Diberi nama seperti itu karena memang pada awalnya bangunan ini memiliki atap yang unik, yaitu berbentuk datar (dalam bahasa Ngapak: “Papak”). Bentuk atap ini betahan hingga pada awal abad 21 dilakukan pemugaran oleh pihak pemilik bangunan sehingga tidak lagi berbentuk papak melainkan lancipseperti foto di atas. Namun demikian, nama Gedong Papak sudah demikian melekat sehingga masyarakat sekitar tetap menyebutnya Gedong papak.
seiring waktu berjalan, pemilik bangunan mengembangkan tempat ini sebagai kedai makan dengan mengusung nama “Ayam bakar & goreng Gedong Papak”. dengan diangkatnya nama gedong papak, diharapkan orang2 akan terus mengenang bangunan ini sebagai Gedong papak meski bentuk atapnya sudah tak lagi papak.

IMG_1596crop2-Custom

Curug Cipendok

Curug Cipendok terletak di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Air terjun Curug Cipendok memiliki ketinggian 92 meter. Hawa di sekitarnya sejuk dan sepanjang jalan menuju ke sana terdapat area perkebunan. Di sekitar wilayahnya terdapat bumi perkemahan dan sebuah telaga yang bernama Telaga Pucung. Lokasi air terjun ini cukup mudah untuk dicapai. Jalanmenuju lokasi sudah diaspal semua. Sampai lokasi parkir, dan berjalan menuju lokasi air terjun, kita benar-benar dapat menikmati pemandangan alam di sekitar sambil berolahraga. Di jalan menuju lokasi, banyak warung yang menjajakan Mendoan, susu murni yang bisa anda temukan di warung-warung rumah penduduk. Perkebunan tomat, cabai dan seledri cukup menarik dinimati dalam perjalanan menuju lokasi. Belum lagi sungai-sungai kecil denga air jernih mengalir, bisa mengundang kita untuk turun sejenak merasakan sejuk dan jernihnya air pegunungan. Bila hari besar seperti libur lebaran, lokasi ini cukup ramai dikunjungi setiap tahunnya.
(wikipedia)
emang seger banget aer di curug ini, udah beberapa kali maen ke t4 ini, yang paling berkesan ya waktu SMA dulu ketempat ini jalan kaki pergi pulang ma temen2, padahal angkot banyak, tapi nekat juga jalan kaki biar sehat gitu niatnya,, eh efeknya malah semaleman gag bs tidur gr2 kaki pegel2.
— updated—
Sempet juga akhrnya mampir lagi ke curug cipendok bareng temen2 elektro uny 04. Hari itu kami berencana ke cilacap buat menghadiri acara pernikahan dwi saputro. mumpung lewat sekalian piknik deh. (17 maret 2011)
 

Setelah sekian tahun, nampaknya tidak banyak yang berubah dari tempat ini. hanya jalan aspal menuju area wisata yang lebih baik sekarang memperlancar perjalanan kami.

1 2 3 4