bebek-jahat2

Bebek – Galery Salihara – Pergelaran Wayang Di Museum Fatahillah

Hiburan malam di ibukota sangat beragam. Semalam, 14-2-2012 bez beserta 7 orang gundul lainnya mencoba menjelajahi kota padat penduduk ini. Sekitar pukul 19.30 kami berangkat untuk mencicipi kuliner bebek goreng di rawamangun. Kami harus mengantri dan berebut meja kursi karena banyaknya pembeli. Bila anda tidak suka pedas, sebaiknya jangan coba2 karena bebek yang disajikan disini merupakan makanan yang sangat jahat. Bisa dibilang setara dengan oseng-oseng mercon yang pernah saya cicipi di yogyakarta, bedanya rasa pedas bebek goreng ini lebih dikarenakan banyaknya merica dalam bumbu rempahnya (disebut sambal dadak). 
Kalau dirasakan, daging bebek itu lebih gurih dibandingkan daging ayam. Hati-hati… daging bebek termasuk makanan berkolesterol tinggi. Daging bebek diolah sedemikian rupa sehingga bau amis dan rasa garing renyahnya demikian terasa saat digigit….kresss. Puncaknya adalah si sambal dadakan itu….hhooaaasshhh….. Salah seorang diantara kami (si capoera) pun terpaksa harus mandi keringat dan berlinang air mata.

Perjalanan dilanjutkan, kami kemudian mengunjungi acara pameran seni rupa “Domestic Stuff” di galery Salihara. Pameran yang dikuratori oleh Mella Jaarsma seorang perupa dan kurator kelahiran Belanda yang menetap di Yogyakarta ini menyuguhkan karya2 dari 7 orang seniman yaitu Lydiawati Lim, Melati Suryodarmo, Maria Indriasari, Ariani Darmawan, Sekarputri, Restu Ratnaningtyas, Mie Cornoedus. Pameran yang terbuka untuk umum ini berlangsung dari 14 April—06 Mei 2012. Bagi masyarakat yang ingin ke sana bisa datang Senin-Sabtu: 11:00—20:00 WIB dan Minggu: 11:00—15:00 WIB.


Karya-karya terkonsep matang, bercerita mengenai wilayah domestik dengan segala dimensi dan isu yang melingkupinya, yakni pengalaman domestik tiap seniman ketika berkenaan dengan isu yang lebih luas seperti lingkungan hidup, identitas, sejarah, dan sebagainya; serta konstelasi dari beragam hal yang privat ketika bersanding dengan perkembangan publik.

 

Puas menikmati karya serta berbincang2 dengan pengurus galeri dan beberapa kawan dari KMPF UNJ yang kami temui di galeri salihara, kami kemudian meluncur ke kotatua, menyaksikan semarak HUT ke-42 Pos Kota yakni pertunjukan wayang yang menampilkan tiga dalang kondang di halaman Museum Fatahillah, Kota, Jakarta Barat. masing-masing Ki Widodo Wilis dengan lakon “durno gugur”,  Ki Anom Dwijo Kangko “kumbokarno gugur” dan Ki Suryanto Purbo “karno gugur”.

Penonton tumpah ruah karena selain tontonan wayang gratis, ada doorprize sebuah mobil mercy second, 2 unit sepeda motor, 10 unit sepeda dan puluhan hadiah lainnya bagi penonton yang beruntung, dan sayangnya itu bukan kami :D.

Bagi yang gemar wayang, ini ada informasi jadwal pakeliran berikutnya, semoga bermanfaat:

Jadwal pakeliran s/d desember 2012:

16 April 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi di Tabang, Karangkendal, Musuk, Boyolali, Jateng

17 April 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi di Pilangbangu, Unggur, Mojogedang, Karanganyar, Jateng

19 April 2012 – Ki Sambowo Agus Herianto – Lakon Wahyu Purbaningrat – Lokasi di TMII, Jakarta Timur – Wayangan HUT TMII 37

19 April 2012 – Nyi Kenik Asmorowati – Lakon Sang Drupadi – Lokasi di pendapa rumah dinas Bupati Semarang, Jl. Asmara, Ungaran, Jateng – Wayangan Pelantikan DPD-DPC Ika UNNES

20 April 2012 – Ki Manteb Soedarsono – Lakon Banjaran Srikandi – Lokasi Lapangan Blok S, Jakarta Selatan

20 April 2012 – Ki Warseno Slank – Lokasi Kantor Pusat Bank DKI, Jl. H. Djuanda III No.7-9, Jakarta Pusat – Wayangan HUT Bank DKI 51, bintang tamu Marwoto, Yati pesek dkk

21 April 2012 – Ki Seno Nugroho – Lokasi di Kledokan, Caturtunggal, Yogyakarta

21 April 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi di Germoyo, Musuk, Boyolali, Jateng

25 April 2012 – Ki Anom Suroto + Ki Bayu Aji – Lokasi di Nganjuk, Jatim

26 April 2012 – Ki Sigid Ariyanto – Lokasi di PG.Rejosasi Gorang Gareng,Takeran, Magetan, Jatim

27 April 2012 – Ki Joko Purwanto – Lakon Sri Mulih – Lokasi di Sri Gading, Lampung Timur

27 April 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi di Angen, Jemowo, Musuk, Boyolali, Jateng

27 April 2012 – Pentas Wayang Betawi – Ki Sukar Pulung – Lakon Gatotkaca Kembar – Lokasi di Bentara Budaya Jakarta

28 April 2012 – Ki Anom Suroto + Ki Bayu Aji – Lokasi Balai Kota Magelang, Jateng

30 April 2012 – Ki Anom Suroto + Ki Bayu AJi – Lokasi di Balai Kota Madiun, Jatim

1 Mei 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi di Sambirejo, Nglanjaran, Musuk, Boyolali, Jateng

3 Mei 2012 – Ki Manteb Soedarsono – Lakon Banjaran Donopati/Bedah Lokapala – Lokasi di Halaman Radio RKM, Jl. Lembah III/100 Cirendeu, Ciputat, Tangerang Selatan

4 Mei 2012 – Ki Manteb Soedarsono – Lakon Sesaji Rajasuya – Lokasi di Kampus VEDC, JL.TELUK MANDAR (Timur Terminal Arjosari ) MALANG, Jatim

5 Mei 2012 – Ki Riyun Sasongko dari Banjarnegara – Lakon Wiratha Parwa – Lokasi di Gedung Rumentang Siang, Bandung – Wayangan Ultah Sanggar Adi Budaya, Pimp. Bapak Adi Wijaya

5 Mei 2012 – Ki Mus Mujiono (dari Ponorogo) – Lakon Basukarno – Lokasi di Taman Budaya Jawa Timur, Jl. Genteng Kali 85 Surabaya

6 Mei 2012 – Ki Catur Nugroho – Lokasi di Dungmiri, Mantingan, Ngawi, Jatim

12 Mei 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi dii Gombol, Ampel, Boyolali, Jateng

13 Mei 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi di Jembrangan, Guli, Nogosari, Boyolali, Jateng

15 Mei 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi di Ngesep, Wonokeling, Jatioso, Karanganyar, Jateng

18 Mei 2012 – Ki Anom Suroto & Ki Bayu Aji – Lokasi di Universitas Negeri Yogyakarta

19 Mei 2012 – Ki Manteb Soedarsono – Lakon Semar Mbangun Jiwo – Lokasi Museum Keprajuritan TMII, Jakarta Timur

24 Mei 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi di Kowang, Gargotirto, Sumberlawang, Sragen, Jateng

26 Mei 2012 – Ki Anom Suroto + Ki Bayu Aji – Lokasi di Tugu Api TMII, Jakarta Timur – Wayangan rutin UNINDRA

26 Mei 2012 – Ki Kukuh Bayu Aji – Lokasi Perumahan Dasana Indah, Karawaci, Tangerang

3 Juni 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi di Padas, Ngebung, Kalijambe, Sragen, Jateng

9 Juni 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi di Bakalan, Bendosari, Sukoharjo, Jateng

9 Juni 2012 – Ki Blego Ardianto (dari Gresik) – Lakon Sesaji Sekar Tenggek Ludiri Ireng Cemani – Lokasi Taman Budaya Jawa Timur, Jl. Genteng Kali 85 Surabaya

10 Juni 2012 – Ki Wartoyo Lokasi di Klerong, Jatipuro, Karangnyar, Jateng

16 Juni 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi di Bungkus, Jatiroyo, Jatipuro, Karanganyar, Jateng

20 Juni 2012 – Ki Manteb Soedarsono – Lokasi Markas Kemenangan Hidayat & Didik, Jl. Warung Buncit, Jakarta Selatan

26 Juni 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi di Jatimulyo, Kedungjeruk, Mojogedang, Sragen, Jateng

5 Juli 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi di Markas Brigadir Infantri, Palur, Solo, Jateng

7 Juli – Ki Wartoyo, Tugu, Cawas, Klaten, Jateng

9 Juli 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi di Jatirejo, Jumapolo, Karanganyar, Jateng

12 Juli 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi di Pilambango, Munggur, Mojogedang, Sragen, Jateng

14 Juli 2012 – Ki Aditya Kresna (dari Madiun) – Lakon Wiratha Parwa – Lokasi di Taman Budaya Jawa Timur, Jl. Genteng Kali 85 Surabaya

17 Juli 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi di Mento, Wonogiri, Jateng

1 September 2012 – Ki Sigit Setyawan, S.Sn (dari Pacitan) – Lakon Wisanggeni Krama – Lokasi di Taman Budaya Jawa Timur, Jl. Genteng Kali 85 Surabaya

6 Oktober 2012 – Ki Dwi Arto Yuwono (dari Banyuwangi) – Lakon Bale Sigala Gala – Lokasi di Taman Budaya Jawa Timur, Jl. Genteng Kali 85 Surabaya

3 Nopember 2012 – Ki Arin Witjaksono (dari Mojokerto) – Lakon Tumuruning Mustika Rukmi – Lokasi di Taman Budaya Jawa Timur, Jl. Genteng Kali 85 Surabaya

14 Nop 2012 – Ki H. Joko Sunarno – Lakon Banjaran Sengkuni – Lokasi di garasi P.O. Haryanto, Jl. Jati Ngembal Kulon, Kudus, Jateng

22 Desember 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi di Roro Jonggrang, Manyaran, Semarang Barat, Jateng (rumah dinas wali kota Semarang)

122810_1021_tipstrikm14

Mengukur pemakaian daya listrik realtime di rumah

Mau tau berapa pemakaian daya listrik realtime di rumah kita?
cara yang tepat bukan memperkirakan pemakaian dengan menghitung daya yang tertulis pada peralatan listrik di rumah tapi dengan menggunakan watt meter. Sec umum drumah kita tdk ada tuh watt meter, jadi satu2nya cara mudahnya adl dengan menghitungnya melalui kWh meter yang lazim terpasang dirumah kita.
tahu kan yg namanya kWh meter? biasanya disebut meteran listrik yang kayak gini

bagian2 nya:

1. kWh (kilo Watt jam) terukur
2. piringan/cakram kWh meter
3. segel PLN
4. name plate
5. cover MCB
6. MCB

alat lain yang perlu disiapin:

  • stopwach (pake hp jg boleh)
  • kalkulator (di hp juga biasanya dah ada menu kalkulator)

prinsipnya, makin banyak daya aktif (watt) yang terpakai, putaran piringan / cakram kwh meter makin cepat. Kecepatan putaran piringan kWh meter inilah yang kita hitung berapa waktunya dengan stopwatch. gunakan tanda warna hitam di piringan sbagai patokan.
misal kita dapetin untuk 3x putaran waktunya 43,52 detik.

Selanjutnya kita lihat di name plate KWH meter, disana akan ditemukan banyak spesifikasi dari meteran listrik tersebut. Lihat berapa konstanta KWH meter yang satuannya PUTARAN/KWH atau PUT/KWH. Konstanta yang umum ada yang 900 put/KWH, 1250 put/KWH, 720 put/KWH dan 600 put/KWH. Misalnya konstanta 900 Put/KWH artinya untuk menghasilkan angka 1 KWH di stand meter piringan KWH harus berputar sebanyak 900 kali.
nah kal gitu besarnya WATT yang kita pakai berati =
WATT = (3600 x Jumlah Putaran) / (Konstanta x Waktu n Putaran) x 1000
WATT = (3600 x 3)/(900 x 43,52) x 1000
WATT = 0,275 x 1000
WATT = 275 Watt

So,,, pada saat pengukuran tadi kita sedang menggunakan daya listrik sebanyak 275 Watt.

semoga bermanfaat.

flash

instal windows 7 via flashdisk

sebenernya uda basi bnget, software yang instan tinggal pake juga bnyak, kyak win to flash, dll tapi gpp deh ta tulis lagi disini krena menurut pengalaman saya, banyak juga yang masih belum tau betapa mudahnya membuat flashdisk instalasi windows 7.

yg dibutuhkan :
1 unit kmputer yg msh bisa nyala (mau kita pake fasilitas diskpartnya)
1 file instalasi windows 7, (bisa dari CD instalasi atw yg dah dsimpen di storage)
1 flashdisk minimal 4 GB (coz file instalasi window 7 ukurannya 3GB lebih)

langkah2:
tancepin fd,
buka diskpart –> pencet tombol windows+R, ketik “diskpart”, tekan enter

di jendela diskpart
ketik “list disk”, enter
pilih disk dmana fd berada, misal di disk 1 maka ketik “select disk 1”, enter,,
berikutnya,,
“clean”, enter
“create partition primary”, enter
“select partition 1”, enter
“format fs = fat32 quick”, enter
“active”, enter
“assign”, enter
“exit”, enter

dah sekatang tinggal buka wndow explorer, copy paste file instalasi windows 7 ke flasdisk.

flash disk siap digunakan.

caranya,,
tancepin fd ke kompi yg mw diinstal,
saat nyalakan kompi, cari boot device option (msg2 kmputer tmbol keynya beda2, misal di hp compaq tinggal pencet esc, trus F9), pilih boot flsdisk, proses intalasi pun brjalan.

semoga bermanfaat.

diskpart

DiskPart Syntax (Windows 7)

Disk Administration, Partition a disk. This page documents the
Windows 7/2008 version of Diskpart, an earlier version of Diskpart is
supplied in the 2003 Resource kit with a reduced set of options.


Syntax
      DISKPART

Commands you may then issue at the DISKPART prompt:

 LIST Disk
 LIST Partition
 LIST Volume

 SELECT Disk=n
 SELECT Partition=n
 SELECT Volume=n_or_d  (Number or Drive Letter)

 DETAIL Disk
 DETAIL Partition
 DETAIL volume

 ACTIVE  (set the current in-focus partition to be the system partition)
 ASSIGN         (allocate the next free drive letter)
 ASSIGN LETTER=E   (Choose a free letter)
 ATTRIBUTES DISK [{set | clear}] [readonly] [noerr]
 ATTRIBUTES VOLUME [{set | clear}] [{hidden | readonly | nodefaultdriveletter | shadowcopy}] [noerr]
 AUTOMOUNT [enable] [disable] [scrub] [noerr]
 FILESYSTEMS     (Use 'Select Volume' first)
 HELP
 INACTIVE   (mark a system/boot partition as inactive [don’t boot], use 'Select Partition' first)
 OFFLINE disk [noerr] (Take the current disc offline, use 'Select Disk' first)
 ONLINE {disk|volume} [noerr]
 REM  (remark/comment)
 REMOVE letter=E [dismount] [noerr]  (Remove drive letter E from the in-focus partition)
 REMOVE mount=path [dismount] [noerr]  (Remove mount point from the in-focus partition)
 REMOVE /ALL [dismount] [noerr]    (Remove ALL current drive letters and mount points)
 RESCAN     (Locate new disks that have been added to the computer)
 SHRINK [desired=n] [minimum=n] [nowait] [noerr]  (Reduce the size of the in-focus volume)
 SHRINK querymax [noerr]
 EXIT
 UNIQUEID disk [id={dword | GUID}] [noerr]   (Display or set the GUID partition table identifier
                                              or MBR signature for the disk with focus)

Commands to Manage Basic Disks:

 ASSIGN MOUNT=path  (Choose a mount point path for the volume)

 CREATE PARTITION Primary Size=50000  (50 GB)
 CREATE PARTITION Extended Size=25000
 CREATE PARTITION logical Size=25000
 DELETE Partition
 EXTEND Size=10000
 GPT attributes=n   (assign GUID Partition Table attributes)
 SET id=byte|GUID [override] [noerr]   (Change the partition type)

Commands to Manage Dynamic Disks:

 ADD disk=n   (Add a mirror to the in-focus SIMPLE volume on the specified disk
               see 'Diskpart Help' for more.)
 BREAK disk=n  (Break the current in-focus mirror)
 CREATE VOLUME Simple Size=n Disk=n
 CREATE VOLUME Stripe Size=n Disk=n,n,...
 CREATE VOLUME Raid Size=n Disk=n,n,...
 DELETE DISK
 DELETE PARTITION
 DELETE VOLUME
 EXTEND Disk=n [Size=n]
 EXTEND Filesystem [noerr]
 IMPORT [noerr]   (Import a foreign disk group, use 'Select Disc' first)
 RECOVER [noerr]  (Refresh disc pack state, attempt recovery on an invalid pack,
                   & resynchronize stale plex/parity data.)
 REPAIR disk=n [align=n] [noerr]  (Repair the RAID-5 volume with focus, replace with the specified dynamic disk)
 RETAIN   (Prepare an existing dynamic simple volume to be used as a boot or system volume)

Commands to Convert Disks

 CONVERT basic
 CONVERT dynamic
 CONVERT gpt
 CONVERT mbr
 CLEAN [ALL]   (remove all partition and volume info from the hard drive)
 FORMAT [{fs=ntfs|fat|fat32] [revision=x.xx] | recommended}]
           [label="label"] [unit=n] [quick] [compress]
              [override] [nowait] [noerr]

The diskpart commands may be placed in a text file (one command per line) and
used as an input file to diskpart.exe:

DiskPart.exe < myscript.txt 

Example:

SELECT DISK=0
CREATE PARTITION PRIMARY
ASSIGN LETTER=E
SELECT PARTITION=1
FORMAT FS=NTFS LABEL="New Volume" QUICK
EXIT

noerr – This option is for scripting
only. With noerr set, when an error is encountered, DiskPart will
continue to process commands as if the error did not occur. Without this
parameter, an error causes DiskPart to exit with an error code.
When selecting a volume or partition, you may use either the number or drive letter or the mount point path.
The Windows Recovery Console,
includes a simplified DISKPART command. It only provides functionality
for adding and deleting partitions, but not for setting an active
partition.
Always back up the hard disk before running diskpart.

semoga bermanfaat, misalnya untuk memanage partisi hd, membuat flasdisk bootable windows 7 dll.

source: ss64.com

A-few-diferent-way-to-tie-your-sneakers16

variasi mengikat tali sepatu

Bosan dengan sepatu yang terlihat itu-itu saja, berikut beberapa tips mengikat tali sepatu dengan berbagai variasi.

kamus

istilah-istilah pertambangan

Kamus istilah pertambangan dapat diakses / didownload pada link-link berikut:

Adapun beberapa istilah ( terminology ) yang sering digunakan di tambang batu bara antara lain,,

  1. Air-dried basis : disingkat ADB atau adb, berarti analisis contoh batubara dalam keadaan kadar kelembaban yang hampir sama dengan kelembaban udara sekitarnya.
  2. AMD : Acid Mine Drainage, Pengaliran air asam tambang (Pengaturan aliran air).
  3. Backfill : Tanah atau batuan yang dipakai untuk mengurangi (mengisi) bekas galian tambang batubara atau galian sipil lainnya. Kata ini juga dipakai sebagai kata kerja, yang berarti pekerjaan pengisian bekas penggalian. Dalam tambang batubara backfill lebih sering diartikan sebagai pekerjaan mengisi galian bekas endapan batubara beserta tanah penutupnya dengan tanah kupasan. Cara ini sangat dianjurkan dari segi teknis ekonomis teknik penambangan maupun dari segi dampak lingkungan, karena jarak pengangkutan kecil dan tanh buangan tidak memerlukan tambahan lahan disekitarnya. Backfill dapat juga berasal dari tambang dalam yang diangkut keluar hasil penggalian terowongan, jalan menuju kepermukaan kerja baru (pekerjaan persiapan).
  4. Batter slope : Kemiringan individual slope (kemiringan antara crest dan toe dalam satu slope di daerah galian / timbunan) .
  5. BCM : Bank Cubic Meter : volume insitu (di tempat).
  6. Bench : teras penggalian atau jenjang pada tambang batubara terbuka atau tambang lainnya ataupun pada pekerjaan pemindahan tanah. Dapat pula berarti bagian-bagian lapisan batubara yang dipisahkan oleh lapisan pengotor, misalnya lapisan serpih atau bagia-bagian dari lapisan batubara yang sudah terkupas, terbagi-bagi karena proses penambahannya.
  7. Berm : semacam tanggul atau dinding teras yang terbentuk secara alami. Lereng yang sengaja dibuat untuk penahan longsor pada tambang terbuka atau pada penggalian lainnya. Istilah berm sering pula disamakan dengan teras atau landaian yang dibuat untuk jalan angkut pada tambang terbuka. Berm dapat juga berarti lapisan tipis batubara yang ditinggalkan sementara untuk dipakai sebagai landasan kerja untuk pengupasan lapisan penutup disebelahnya.
  8. Bund Wall : Tanggul Pengaman.
  9. Coal Expose : Coal yang sudah terbuka / dibuang OB nya.
  10. Coal Inventory : Coal yang ada / masih ada dalam tambang dan siap diangkut keluar tambang (ke ROM).
  11. Contamination : Tercampurnya coal dengan material lain dari luar : OB, scorea, besi dll .
  12. Contour : Garis menghubungkan titik-titik yang sama ketinggiannya.
  13. Crest : Sisi atas / kepala slope.
  14. Cross Fall : Bentuk normal kemiringan jalan (cross section) satu atau dua arah.
  15. Culvert : Gorong-gorong untuk pengaliran air paritan, creek atau sungai kecil, biasanya terbuat dari plat baja / beton bertulang.
  16. Cut Back : Pemotongan pit dilakukan secara bertahap dengan garis potong sejajar dengan garis pit design, hal ini biasa dilakukan untuk mengimbangi stripping ratio pada proses pengerjaan tahap – tahap penambangan (Push back).
  17. Cut & Fill : Galian / potong dan timbun.
  18. Cycle time : Waktu edar untuk suatu aktivitas tertentu satu alat.
  19. Delay : Waktu hilang yang dapat dikontrol / dibatasi oleh tindakan manusia, seperti : Rest Time, Refueling, Move karena blasting.
  20. Dilution : Tercampurnya Ore (Emas) dengan material lain dari luar (waste, dll).
  21. Disposal : Tempat pembuangan / penumpukan material tak ” dipakai “ (OB, Sub Soil, Dll).
  22. Embankment : Timbunan massal (volume besar) untuk konstruksi.
  23. End Wall : Dinding atau batas akhir dari penambangan. Biasanya terdapat diujung daerah penambangan (melintang strike).
  24. Fleet : Sekumpulan Armada Produksi. Biasanya terdiri dari Excavator, Truck & alat pendukungnya : Bulldozer, Grader , dll.
  25. Floor : Lapisan bagian paling bawah dari batu bara (coal).
  26. Free face : Bidang bebas/batas antara material asli dan material yang sudah diambil (bisa coal atau OB).
  27. General work : Pekerjaan yang sifatnya umum untuk mensupport pekerjaan tambang misalnya : drainasi, sloping, cleaning, dll).
  28. Grade : Kemiringan jalan (%), misalnya 4 %.
  29. Grade : Kandungan / kadar mineral berharga dalam bijih ( Ore seperti Emas, grade dengan satuan 4 gr/ ton).
  30. Grubbing : Pengumpulan tumbuhan semak / perdu.
  31. High wall : Dinding tambang pada sisi kemiringan batu bara terdalam yang terdiri dari slope dan bench.
  32. Idle : Waktu hilang karena sebab yang tidak dapat dikontrol manusia, seperti : Hujan, Kabut, dll.
  33. Interburden : lapisan antara, yakni zona (lapisan) tanah/batuan diantara dua atau lebih lapisan batubara yang jarak tegaknya satu dengan lainnya tidak jauh. Dapat juga diartikan sebagai lapisan pengotor yang memisahkan suatu lapisan batubara dengan ketebalan yang layak ditambang. Lapisan pengotor ini biasanya terdiri dari serpih, lempung, batu pasir, batu lanau, batu lumpur, batu lempung limonit dan sejenisnya dan mungkin mengandung lapisan tipis batubara yang tidak layak ditambang (secara ekonomis).
  34. LCM : Loose Cubic Meter : Volume terurai / gembur.
  35. Log stock pilling : Area penumpukan kayu batangan / gelondongan (log).
  36. Low wall : Dinding tambang pada sisi terdangkal / singkapan ini bisa terbentuk dari floor atau bench/slope.
  37. Match Factor : Angka yang menunjukkan hasil perbandingan antara produksi alat muat dengan alat angkut yang dilayani. Match = seimbang jika nilainya 1 (satu).
  38. Mud Pond : Kolam Penampungan lumpur.
  39. NAR : singkatan dari net as-received, yaitu nilai (kalori) bersih dari conto batubara yang dianalisis dilaboratorium dan merupakan nilai kalori gross air dried (lihat GAD) disesuaikan dengan pengurangan unsur hidrogen.
  40. OB : singkatan dari Over Burden, yaitu lapisan tanah (batuan) yang menutupi lapisan batubara. sering disingkat dengan O/B.Bila Over Burden telah digali diangkat dan dibuang disebut waste (limbah).
  41. Overall slope : Kemiringan total dari beberapa slope yaitu dari crest tertinggi sampai toe yang paling terdalam.
  42. Out Crop : Singkapan batu bara / ujung atas batu bara yang terlihat langsung tanpa ada tanah (material) penutup.
  43. Rain : Waktu selama hujan berlangsung.
  44. Request Level (RL) : Ketinggian/level/elevasi yang diminta sesuai.
  45. Rip Rap : Tempat aliran air yang sengaja dibuat untuk mengalirkan air pada sisi kiri dan kanan jalan.
  46. Road drainage : Drainasi atau pengaliran air dari sisi kiri dan kanan jalan.
  47. Road maintenance : Perawatan jalan yang meliputi : grading, compacting, water spraying, bund wall, re-seating material surface, perawatan dll.
  48. Road pavement : Lapis pengerasan jalan, ini bisa terjadi dari agregate (batuan base/sub base coarse, coarse, surface), aspal atau beton.
  49. Roof : Lapisan bagian paling atas batu bara (coal).
  50. ROM ( Stock Pile ) : Run Off Mine, Raw Off Mine.
  51. Seam : lapisan batubara dengan kata lain suatu pelapisan tipis bila dibandingkan dengan tebalnya batuan di sutu wilayah geologi yang dapat terbagi menjadi 2 atau lebih lapisan dan secara terpisah atau digabung merupakan endapan batubara yang biasanya layak ditambang. Seam adakalanya juga berarti lapisan bahan galian mineral logam.
  52. Settling Pond : Kolam Pengendapan.
  53. Sight distance : Jarak pandang baik pandangan henti sampai dengan pandangan menyiap .
  54. Slippery : Wet condition, Waktu yang hilang setelah hujan sampai dengan kering dan dapat beroperasi kembali.
  55. Slope : lereng atau permukaan yang miring (membentuk sudut dengan bidang datar). Biasanya bentuk kemiringan dari bukaan (permuka) tambang terbuka. Di dalam geometri tambang terbuka lereng ini mempunyai batasan (terukur) mengikuti kaidah mekanika batuan (kemantapan lereng) dan ketentuan pemerintah.
  56. Stripping Ratio (SR) : Perbandingan jumlah volume batuan (OB, waste) yang harus dibongkar untuk mendapatkan sejumlah (ton) mineral/bahan tambang (Coal – Ore). Misalnya SR = 1 : 8.
  57. Sub Grade : Konstruksi badan jalan dari tanah yang telah memenuhi persyaratan kepadatan tertentu.
  58. Sub Soil : Tanah di bawah lapisan Top Soil tetapi diatas OB.
  59. Sump : tempat yang paling rendah (semacam kolam kecil) dalam tambang (tambang dalam atau tambang terbuka) untuk menampung air dan dari tempat itu air dipompakan keluar tambang.
  60. Super elevasi : Kemiringan badan jalan dari titik tengah (center line) sampai ke sisi terluar jalan.
  61. Toe : Sisi bawah / kaki slope.
  62. Top Soil : Tanah pucuk yang mengandung “hara” (bahan yang menyuburkan tanah.
  63. Underburden : sama dengan seat clay.
  64. Waste Dump : Nama lain disposal.
  65. Waste : Material-material yang tidak “dipakai”.
  66. Water spraying : Penyiraman jalan, biasa dilakukan untuk mengurangi debu atau menjaga kelembaban jalan tertentu.

Semoga bermanfaat.

gear-pump2

Classification of Hydrolic Pumps

All pumps cause the flow (flow). The principle of operation is called displacement “in which a liquid or fluid is taken and transferred to another place. In general, pumps convert mechanical energy into hydraulic fluid power. While the definition of displacement is the volume of liquid is transferred each cycle (rotation) of the pump.
Classification of pumps.
Hirolik pump basically classified into:
  1. Non-positive displacement
    The meaning of the positive displacement pump is when NON pump characteristics:
    • Internal large leakage.
    • The change in pressure has a considerable influence on the capacity
  2. Positive displacement.
    The meaning of the positive displacement pump is when the pump has the characteristics:
    • Internal leakage of small (to get this made SEAL or precision).
    • Changes in the small effect of pressure on capacity (with the establishment of precision / SEAL, going against leakage when the pressure rises).
Positive displacement pump is divided into several types, namely:
  1. Gear pump: is cheap, has a long durability (durable), a simple operation. But the drawback is to have low efficiency, because the nature of air-displacement pump that remains, and is more suitable for use at pressures below 20 MPa (3000 psi).
  2. Vane pump: cheap and simple, low maintenance costs, and whether to produce a high flow with low pressure.
  3. Axial piston hydraulic pump pump. One kind of interest is the axial piston pump. These pumps can also type swashplate or checkball. This type of pump is designed to be work at varying displacement, so as to produce a flow and pressure of hydraulic fluid which varies according to need. The most widely used is the pump swashplate. These pumps can we change its angle swashplate piston to produce a variety of steps per rotation. Larger angel will produce a larger flow rate with the pressure of the smaller, and vice versa.
  4. Radial Piston Pump: used to generate high pressure hydraulic fluid to the low flow rates.

    source : teknisiberat.blogspot.com
1 2 3 4 5 8