Image-1gyt

MELAKSANAKAN PEKERJAAN DASAR POWER TRAIN

  • Kegiatan Belajar 1 : Mengidentifikasi Main Clutch Assy
  • Kegiatan Belajar 2 : Mengidentifikasi Direct/Over Drive
    Transmission Assy
  • Kegiatan Belajar 3 : Mengidentifikasi torque converter assy
  • Kegiatan Belajar 4 : Mengidentifikasi Power Shift Transmission
    Assy
  • Kegiatan Belajar 5 : Mengidentifikasi Transfer Case assy
  • Kegiatan Belajar 6 : Mengidentifikasi Shifter
  • Kegiatan Belajar 7 : Mengidentifikasi Axle dan Suspension
  • Kegiatan Belajar 8 : Mengidentifikasi Final Drive
  • Kegiatan Belajar 9 : Mengidentifikasi Steering Clutch/Brake
  • Kegiatan Belajar 10 : Mengidentikasi Air Brake System
  • Kegiatan Belajar 11 : Mengidentifikasi Engine Brake

 link download

    bebek-jahat2

    Bebek – Galery Salihara – Pergelaran Wayang Di Museum Fatahillah

    Hiburan malam di ibukota sangat beragam. Semalam, 14-2-2012 bez beserta 7 orang gundul lainnya mencoba menjelajahi kota padat penduduk ini. Sekitar pukul 19.30 kami berangkat untuk mencicipi kuliner bebek goreng di rawamangun. Kami harus mengantri dan berebut meja kursi karena banyaknya pembeli. Bila anda tidak suka pedas, sebaiknya jangan coba2 karena bebek yang disajikan disini merupakan makanan yang sangat jahat. Bisa dibilang setara dengan oseng-oseng mercon yang pernah saya cicipi di yogyakarta, bedanya rasa pedas bebek goreng ini lebih dikarenakan banyaknya merica dalam bumbu rempahnya (disebut sambal dadak). 
    Kalau dirasakan, daging bebek itu lebih gurih dibandingkan daging ayam. Hati-hati… daging bebek termasuk makanan berkolesterol tinggi. Daging bebek diolah sedemikian rupa sehingga bau amis dan rasa garing renyahnya demikian terasa saat digigit….kresss. Puncaknya adalah si sambal dadakan itu….hhooaaasshhh….. Salah seorang diantara kami (si capoera) pun terpaksa harus mandi keringat dan berlinang air mata.

    Perjalanan dilanjutkan, kami kemudian mengunjungi acara pameran seni rupa “Domestic Stuff” di galery Salihara. Pameran yang dikuratori oleh Mella Jaarsma seorang perupa dan kurator kelahiran Belanda yang menetap di Yogyakarta ini menyuguhkan karya2 dari 7 orang seniman yaitu Lydiawati Lim, Melati Suryodarmo, Maria Indriasari, Ariani Darmawan, Sekarputri, Restu Ratnaningtyas, Mie Cornoedus. Pameran yang terbuka untuk umum ini berlangsung dari 14 April—06 Mei 2012. Bagi masyarakat yang ingin ke sana bisa datang Senin-Sabtu: 11:00—20:00 WIB dan Minggu: 11:00—15:00 WIB.


    Karya-karya terkonsep matang, bercerita mengenai wilayah domestik dengan segala dimensi dan isu yang melingkupinya, yakni pengalaman domestik tiap seniman ketika berkenaan dengan isu yang lebih luas seperti lingkungan hidup, identitas, sejarah, dan sebagainya; serta konstelasi dari beragam hal yang privat ketika bersanding dengan perkembangan publik.

     

    Puas menikmati karya serta berbincang2 dengan pengurus galeri dan beberapa kawan dari KMPF UNJ yang kami temui di galeri salihara, kami kemudian meluncur ke kotatua, menyaksikan semarak HUT ke-42 Pos Kota yakni pertunjukan wayang yang menampilkan tiga dalang kondang di halaman Museum Fatahillah, Kota, Jakarta Barat. masing-masing Ki Widodo Wilis dengan lakon “durno gugur”,  Ki Anom Dwijo Kangko “kumbokarno gugur” dan Ki Suryanto Purbo “karno gugur”.

    Penonton tumpah ruah karena selain tontonan wayang gratis, ada doorprize sebuah mobil mercy second, 2 unit sepeda motor, 10 unit sepeda dan puluhan hadiah lainnya bagi penonton yang beruntung, dan sayangnya itu bukan kami :D.

    Bagi yang gemar wayang, ini ada informasi jadwal pakeliran berikutnya, semoga bermanfaat:

    Jadwal pakeliran s/d desember 2012:

    16 April 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi di Tabang, Karangkendal, Musuk, Boyolali, Jateng

    17 April 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi di Pilangbangu, Unggur, Mojogedang, Karanganyar, Jateng

    19 April 2012 – Ki Sambowo Agus Herianto – Lakon Wahyu Purbaningrat – Lokasi di TMII, Jakarta Timur – Wayangan HUT TMII 37

    19 April 2012 – Nyi Kenik Asmorowati – Lakon Sang Drupadi – Lokasi di pendapa rumah dinas Bupati Semarang, Jl. Asmara, Ungaran, Jateng – Wayangan Pelantikan DPD-DPC Ika UNNES

    20 April 2012 – Ki Manteb Soedarsono – Lakon Banjaran Srikandi – Lokasi Lapangan Blok S, Jakarta Selatan

    20 April 2012 – Ki Warseno Slank – Lokasi Kantor Pusat Bank DKI, Jl. H. Djuanda III No.7-9, Jakarta Pusat – Wayangan HUT Bank DKI 51, bintang tamu Marwoto, Yati pesek dkk

    21 April 2012 – Ki Seno Nugroho – Lokasi di Kledokan, Caturtunggal, Yogyakarta

    21 April 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi di Germoyo, Musuk, Boyolali, Jateng

    25 April 2012 – Ki Anom Suroto + Ki Bayu Aji – Lokasi di Nganjuk, Jatim

    26 April 2012 – Ki Sigid Ariyanto – Lokasi di PG.Rejosasi Gorang Gareng,Takeran, Magetan, Jatim

    27 April 2012 – Ki Joko Purwanto – Lakon Sri Mulih – Lokasi di Sri Gading, Lampung Timur

    27 April 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi di Angen, Jemowo, Musuk, Boyolali, Jateng

    27 April 2012 – Pentas Wayang Betawi – Ki Sukar Pulung – Lakon Gatotkaca Kembar – Lokasi di Bentara Budaya Jakarta

    28 April 2012 – Ki Anom Suroto + Ki Bayu Aji – Lokasi Balai Kota Magelang, Jateng

    30 April 2012 – Ki Anom Suroto + Ki Bayu AJi – Lokasi di Balai Kota Madiun, Jatim

    1 Mei 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi di Sambirejo, Nglanjaran, Musuk, Boyolali, Jateng

    3 Mei 2012 – Ki Manteb Soedarsono – Lakon Banjaran Donopati/Bedah Lokapala – Lokasi di Halaman Radio RKM, Jl. Lembah III/100 Cirendeu, Ciputat, Tangerang Selatan

    4 Mei 2012 – Ki Manteb Soedarsono – Lakon Sesaji Rajasuya – Lokasi di Kampus VEDC, JL.TELUK MANDAR (Timur Terminal Arjosari ) MALANG, Jatim

    5 Mei 2012 – Ki Riyun Sasongko dari Banjarnegara – Lakon Wiratha Parwa – Lokasi di Gedung Rumentang Siang, Bandung – Wayangan Ultah Sanggar Adi Budaya, Pimp. Bapak Adi Wijaya

    5 Mei 2012 – Ki Mus Mujiono (dari Ponorogo) – Lakon Basukarno – Lokasi di Taman Budaya Jawa Timur, Jl. Genteng Kali 85 Surabaya

    6 Mei 2012 – Ki Catur Nugroho – Lokasi di Dungmiri, Mantingan, Ngawi, Jatim

    12 Mei 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi dii Gombol, Ampel, Boyolali, Jateng

    13 Mei 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi di Jembrangan, Guli, Nogosari, Boyolali, Jateng

    15 Mei 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi di Ngesep, Wonokeling, Jatioso, Karanganyar, Jateng

    18 Mei 2012 – Ki Anom Suroto & Ki Bayu Aji – Lokasi di Universitas Negeri Yogyakarta

    19 Mei 2012 – Ki Manteb Soedarsono – Lakon Semar Mbangun Jiwo – Lokasi Museum Keprajuritan TMII, Jakarta Timur

    24 Mei 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi di Kowang, Gargotirto, Sumberlawang, Sragen, Jateng

    26 Mei 2012 – Ki Anom Suroto + Ki Bayu Aji – Lokasi di Tugu Api TMII, Jakarta Timur – Wayangan rutin UNINDRA

    26 Mei 2012 – Ki Kukuh Bayu Aji – Lokasi Perumahan Dasana Indah, Karawaci, Tangerang

    3 Juni 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi di Padas, Ngebung, Kalijambe, Sragen, Jateng

    9 Juni 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi di Bakalan, Bendosari, Sukoharjo, Jateng

    9 Juni 2012 – Ki Blego Ardianto (dari Gresik) – Lakon Sesaji Sekar Tenggek Ludiri Ireng Cemani – Lokasi Taman Budaya Jawa Timur, Jl. Genteng Kali 85 Surabaya

    10 Juni 2012 – Ki Wartoyo Lokasi di Klerong, Jatipuro, Karangnyar, Jateng

    16 Juni 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi di Bungkus, Jatiroyo, Jatipuro, Karanganyar, Jateng

    20 Juni 2012 – Ki Manteb Soedarsono – Lokasi Markas Kemenangan Hidayat & Didik, Jl. Warung Buncit, Jakarta Selatan

    26 Juni 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi di Jatimulyo, Kedungjeruk, Mojogedang, Sragen, Jateng

    5 Juli 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi di Markas Brigadir Infantri, Palur, Solo, Jateng

    7 Juli – Ki Wartoyo, Tugu, Cawas, Klaten, Jateng

    9 Juli 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi di Jatirejo, Jumapolo, Karanganyar, Jateng

    12 Juli 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi di Pilambango, Munggur, Mojogedang, Sragen, Jateng

    14 Juli 2012 – Ki Aditya Kresna (dari Madiun) – Lakon Wiratha Parwa – Lokasi di Taman Budaya Jawa Timur, Jl. Genteng Kali 85 Surabaya

    17 Juli 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi di Mento, Wonogiri, Jateng

    1 September 2012 – Ki Sigit Setyawan, S.Sn (dari Pacitan) – Lakon Wisanggeni Krama – Lokasi di Taman Budaya Jawa Timur, Jl. Genteng Kali 85 Surabaya

    6 Oktober 2012 – Ki Dwi Arto Yuwono (dari Banyuwangi) – Lakon Bale Sigala Gala – Lokasi di Taman Budaya Jawa Timur, Jl. Genteng Kali 85 Surabaya

    3 Nopember 2012 – Ki Arin Witjaksono (dari Mojokerto) – Lakon Tumuruning Mustika Rukmi – Lokasi di Taman Budaya Jawa Timur, Jl. Genteng Kali 85 Surabaya

    14 Nop 2012 – Ki H. Joko Sunarno – Lakon Banjaran Sengkuni – Lokasi di garasi P.O. Haryanto, Jl. Jati Ngembal Kulon, Kudus, Jateng

    22 Desember 2012 – Ki Wartoyo – Lokasi di Roro Jonggrang, Manyaran, Semarang Barat, Jateng (rumah dinas wali kota Semarang)

    122810_1021_tipstrikm14

    Mengukur pemakaian daya listrik realtime di rumah

    Mau tau berapa pemakaian daya listrik realtime di rumah kita?
    cara yang tepat bukan memperkirakan pemakaian dengan menghitung daya yang tertulis pada peralatan listrik di rumah tapi dengan menggunakan watt meter. Sec umum drumah kita tdk ada tuh watt meter, jadi satu2nya cara mudahnya adl dengan menghitungnya melalui kWh meter yang lazim terpasang dirumah kita.
    tahu kan yg namanya kWh meter? biasanya disebut meteran listrik yang kayak gini

    bagian2 nya:

    1. kWh (kilo Watt jam) terukur
    2. piringan/cakram kWh meter
    3. segel PLN
    4. name plate
    5. cover MCB
    6. MCB

    alat lain yang perlu disiapin:

    • stopwach (pake hp jg boleh)
    • kalkulator (di hp juga biasanya dah ada menu kalkulator)

    prinsipnya, makin banyak daya aktif (watt) yang terpakai, putaran piringan / cakram kwh meter makin cepat. Kecepatan putaran piringan kWh meter inilah yang kita hitung berapa waktunya dengan stopwatch. gunakan tanda warna hitam di piringan sbagai patokan.
    misal kita dapetin untuk 3x putaran waktunya 43,52 detik.

    Selanjutnya kita lihat di name plate KWH meter, disana akan ditemukan banyak spesifikasi dari meteran listrik tersebut. Lihat berapa konstanta KWH meter yang satuannya PUTARAN/KWH atau PUT/KWH. Konstanta yang umum ada yang 900 put/KWH, 1250 put/KWH, 720 put/KWH dan 600 put/KWH. Misalnya konstanta 900 Put/KWH artinya untuk menghasilkan angka 1 KWH di stand meter piringan KWH harus berputar sebanyak 900 kali.
    nah kal gitu besarnya WATT yang kita pakai berati =
    WATT = (3600 x Jumlah Putaran) / (Konstanta x Waktu n Putaran) x 1000
    WATT = (3600 x 3)/(900 x 43,52) x 1000
    WATT = 0,275 x 1000
    WATT = 275 Watt

    So,,, pada saat pengukuran tadi kita sedang menggunakan daya listrik sebanyak 275 Watt.

    semoga bermanfaat.

    flash

    instal windows 7 via flashdisk

    sebenernya uda basi bnget, software yang instan tinggal pake juga bnyak, kyak win to flash, dll tapi gpp deh ta tulis lagi disini krena menurut pengalaman saya, banyak juga yang masih belum tau betapa mudahnya membuat flashdisk instalasi windows 7.

    yg dibutuhkan :
    1 unit kmputer yg msh bisa nyala (mau kita pake fasilitas diskpartnya)
    1 file instalasi windows 7, (bisa dari CD instalasi atw yg dah dsimpen di storage)
    1 flashdisk minimal 4 GB (coz file instalasi window 7 ukurannya 3GB lebih)

    langkah2:
    tancepin fd,
    buka diskpart –> pencet tombol windows+R, ketik “diskpart”, tekan enter

    di jendela diskpart
    ketik “list disk”, enter
    pilih disk dmana fd berada, misal di disk 1 maka ketik “select disk 1”, enter,,
    berikutnya,,
    “clean”, enter
    “create partition primary”, enter
    “select partition 1”, enter
    “format fs = fat32 quick”, enter
    “active”, enter
    “assign”, enter
    “exit”, enter

    dah sekatang tinggal buka wndow explorer, copy paste file instalasi windows 7 ke flasdisk.

    flash disk siap digunakan.

    caranya,,
    tancepin fd ke kompi yg mw diinstal,
    saat nyalakan kompi, cari boot device option (msg2 kmputer tmbol keynya beda2, misal di hp compaq tinggal pencet esc, trus F9), pilih boot flsdisk, proses intalasi pun brjalan.

    semoga bermanfaat.

    diskpart

    DiskPart Syntax (Windows 7)

    Disk Administration, Partition a disk. This page documents the
    Windows 7/2008 version of Diskpart, an earlier version of Diskpart is
    supplied in the 2003 Resource kit with a reduced set of options.

    
    
    Syntax
          DISKPART
    
    Commands you may then issue at the DISKPART prompt:
    
     LIST Disk
     LIST Partition
     LIST Volume
    
     SELECT Disk=n
     SELECT Partition=n
     SELECT Volume=n_or_d  (Number or Drive Letter)
    
     DETAIL Disk
     DETAIL Partition
     DETAIL volume
    
     ACTIVE  (set the current in-focus partition to be the system partition)
     ASSIGN         (allocate the next free drive letter)
     ASSIGN LETTER=E   (Choose a free letter)
     ATTRIBUTES DISK [{set | clear}] [readonly] [noerr]
     ATTRIBUTES VOLUME [{set | clear}] [{hidden | readonly | nodefaultdriveletter | shadowcopy}] [noerr]
     AUTOMOUNT [enable] [disable] [scrub] [noerr]
     FILESYSTEMS     (Use 'Select Volume' first)
     HELP
     INACTIVE   (mark a system/boot partition as inactive [don’t boot], use 'Select Partition' first)
     OFFLINE disk [noerr] (Take the current disc offline, use 'Select Disk' first)
     ONLINE {disk|volume} [noerr]
     REM  (remark/comment)
     REMOVE letter=E [dismount] [noerr]  (Remove drive letter E from the in-focus partition)
     REMOVE mount=path [dismount] [noerr]  (Remove mount point from the in-focus partition)
     REMOVE /ALL [dismount] [noerr]    (Remove ALL current drive letters and mount points)
     RESCAN     (Locate new disks that have been added to the computer)
     SHRINK [desired=n] [minimum=n] [nowait] [noerr]  (Reduce the size of the in-focus volume)
     SHRINK querymax [noerr]
     EXIT
     UNIQUEID disk [id={dword | GUID}] [noerr]   (Display or set the GUID partition table identifier
                                                  or MBR signature for the disk with focus)
    
    Commands to Manage Basic Disks:
    
     ASSIGN MOUNT=path  (Choose a mount point path for the volume)
    
     CREATE PARTITION Primary Size=50000  (50 GB)
     CREATE PARTITION Extended Size=25000
     CREATE PARTITION logical Size=25000
     DELETE Partition
     EXTEND Size=10000
     GPT attributes=n   (assign GUID Partition Table attributes)
     SET id=byte|GUID [override] [noerr]   (Change the partition type)
    
    Commands to Manage Dynamic Disks:
    
     ADD disk=n   (Add a mirror to the in-focus SIMPLE volume on the specified disk
                   see 'Diskpart Help' for more.)
     BREAK disk=n  (Break the current in-focus mirror)
     CREATE VOLUME Simple Size=n Disk=n
     CREATE VOLUME Stripe Size=n Disk=n,n,...
     CREATE VOLUME Raid Size=n Disk=n,n,...
     DELETE DISK
     DELETE PARTITION
     DELETE VOLUME
     EXTEND Disk=n [Size=n]
     EXTEND Filesystem [noerr]
     IMPORT [noerr]   (Import a foreign disk group, use 'Select Disc' first)
     RECOVER [noerr]  (Refresh disc pack state, attempt recovery on an invalid pack,
                       & resynchronize stale plex/parity data.)
     REPAIR disk=n [align=n] [noerr]  (Repair the RAID-5 volume with focus, replace with the specified dynamic disk)
     RETAIN   (Prepare an existing dynamic simple volume to be used as a boot or system volume)
    
    Commands to Convert Disks
    
     CONVERT basic
     CONVERT dynamic
     CONVERT gpt
     CONVERT mbr
     CLEAN [ALL]   (remove all partition and volume info from the hard drive)
     FORMAT [{fs=ntfs|fat|fat32] [revision=x.xx] | recommended}]
               [label="label"] [unit=n] [quick] [compress]
                  [override] [nowait] [noerr]
    

    The diskpart commands may be placed in a text file (one command per line) and
    used as an input file to diskpart.exe:

    DiskPart.exe < myscript.txt 
    
    Example:
    
    SELECT DISK=0
    CREATE PARTITION PRIMARY
    ASSIGN LETTER=E
    SELECT PARTITION=1
    FORMAT FS=NTFS LABEL="New Volume" QUICK
    EXIT

    noerr – This option is for scripting
    only. With noerr set, when an error is encountered, DiskPart will
    continue to process commands as if the error did not occur. Without this
    parameter, an error causes DiskPart to exit with an error code.
    When selecting a volume or partition, you may use either the number or drive letter or the mount point path.
    The Windows Recovery Console,
    includes a simplified DISKPART command. It only provides functionality
    for adding and deleting partitions, but not for setting an active
    partition.
    Always back up the hard disk before running diskpart.

    semoga bermanfaat, misalnya untuk memanage partisi hd, membuat flasdisk bootable windows 7 dll.

    source: ss64.com

    A-few-diferent-way-to-tie-your-sneakers16

    variasi mengikat tali sepatu

    Bosan dengan sepatu yang terlihat itu-itu saja, berikut beberapa tips mengikat tali sepatu dengan berbagai variasi.

    kamus

    istilah-istilah pertambangan

    Kamus istilah pertambangan dapat diakses / didownload pada link-link berikut:

    Adapun beberapa istilah ( terminology ) yang sering digunakan di tambang batu bara antara lain,,

    1. Air-dried basis : disingkat ADB atau adb, berarti analisis contoh batubara dalam keadaan kadar kelembaban yang hampir sama dengan kelembaban udara sekitarnya.
    2. AMD : Acid Mine Drainage, Pengaliran air asam tambang (Pengaturan aliran air).
    3. Backfill : Tanah atau batuan yang dipakai untuk mengurangi (mengisi) bekas galian tambang batubara atau galian sipil lainnya. Kata ini juga dipakai sebagai kata kerja, yang berarti pekerjaan pengisian bekas penggalian. Dalam tambang batubara backfill lebih sering diartikan sebagai pekerjaan mengisi galian bekas endapan batubara beserta tanah penutupnya dengan tanah kupasan. Cara ini sangat dianjurkan dari segi teknis ekonomis teknik penambangan maupun dari segi dampak lingkungan, karena jarak pengangkutan kecil dan tanh buangan tidak memerlukan tambahan lahan disekitarnya. Backfill dapat juga berasal dari tambang dalam yang diangkut keluar hasil penggalian terowongan, jalan menuju kepermukaan kerja baru (pekerjaan persiapan).
    4. Batter slope : Kemiringan individual slope (kemiringan antara crest dan toe dalam satu slope di daerah galian / timbunan) .
    5. BCM : Bank Cubic Meter : volume insitu (di tempat).
    6. Bench : teras penggalian atau jenjang pada tambang batubara terbuka atau tambang lainnya ataupun pada pekerjaan pemindahan tanah. Dapat pula berarti bagian-bagian lapisan batubara yang dipisahkan oleh lapisan pengotor, misalnya lapisan serpih atau bagia-bagian dari lapisan batubara yang sudah terkupas, terbagi-bagi karena proses penambahannya.
    7. Berm : semacam tanggul atau dinding teras yang terbentuk secara alami. Lereng yang sengaja dibuat untuk penahan longsor pada tambang terbuka atau pada penggalian lainnya. Istilah berm sering pula disamakan dengan teras atau landaian yang dibuat untuk jalan angkut pada tambang terbuka. Berm dapat juga berarti lapisan tipis batubara yang ditinggalkan sementara untuk dipakai sebagai landasan kerja untuk pengupasan lapisan penutup disebelahnya.
    8. Bund Wall : Tanggul Pengaman.
    9. Coal Expose : Coal yang sudah terbuka / dibuang OB nya.
    10. Coal Inventory : Coal yang ada / masih ada dalam tambang dan siap diangkut keluar tambang (ke ROM).
    11. Contamination : Tercampurnya coal dengan material lain dari luar : OB, scorea, besi dll .
    12. Contour : Garis menghubungkan titik-titik yang sama ketinggiannya.
    13. Crest : Sisi atas / kepala slope.
    14. Cross Fall : Bentuk normal kemiringan jalan (cross section) satu atau dua arah.
    15. Culvert : Gorong-gorong untuk pengaliran air paritan, creek atau sungai kecil, biasanya terbuat dari plat baja / beton bertulang.
    16. Cut Back : Pemotongan pit dilakukan secara bertahap dengan garis potong sejajar dengan garis pit design, hal ini biasa dilakukan untuk mengimbangi stripping ratio pada proses pengerjaan tahap – tahap penambangan (Push back).
    17. Cut & Fill : Galian / potong dan timbun.
    18. Cycle time : Waktu edar untuk suatu aktivitas tertentu satu alat.
    19. Delay : Waktu hilang yang dapat dikontrol / dibatasi oleh tindakan manusia, seperti : Rest Time, Refueling, Move karena blasting.
    20. Dilution : Tercampurnya Ore (Emas) dengan material lain dari luar (waste, dll).
    21. Disposal : Tempat pembuangan / penumpukan material tak ” dipakai “ (OB, Sub Soil, Dll).
    22. Embankment : Timbunan massal (volume besar) untuk konstruksi.
    23. End Wall : Dinding atau batas akhir dari penambangan. Biasanya terdapat diujung daerah penambangan (melintang strike).
    24. Fleet : Sekumpulan Armada Produksi. Biasanya terdiri dari Excavator, Truck & alat pendukungnya : Bulldozer, Grader , dll.
    25. Floor : Lapisan bagian paling bawah dari batu bara (coal).
    26. Free face : Bidang bebas/batas antara material asli dan material yang sudah diambil (bisa coal atau OB).
    27. General work : Pekerjaan yang sifatnya umum untuk mensupport pekerjaan tambang misalnya : drainasi, sloping, cleaning, dll).
    28. Grade : Kemiringan jalan (%), misalnya 4 %.
    29. Grade : Kandungan / kadar mineral berharga dalam bijih ( Ore seperti Emas, grade dengan satuan 4 gr/ ton).
    30. Grubbing : Pengumpulan tumbuhan semak / perdu.
    31. High wall : Dinding tambang pada sisi kemiringan batu bara terdalam yang terdiri dari slope dan bench.
    32. Idle : Waktu hilang karena sebab yang tidak dapat dikontrol manusia, seperti : Hujan, Kabut, dll.
    33. Interburden : lapisan antara, yakni zona (lapisan) tanah/batuan diantara dua atau lebih lapisan batubara yang jarak tegaknya satu dengan lainnya tidak jauh. Dapat juga diartikan sebagai lapisan pengotor yang memisahkan suatu lapisan batubara dengan ketebalan yang layak ditambang. Lapisan pengotor ini biasanya terdiri dari serpih, lempung, batu pasir, batu lanau, batu lumpur, batu lempung limonit dan sejenisnya dan mungkin mengandung lapisan tipis batubara yang tidak layak ditambang (secara ekonomis).
    34. LCM : Loose Cubic Meter : Volume terurai / gembur.
    35. Log stock pilling : Area penumpukan kayu batangan / gelondongan (log).
    36. Low wall : Dinding tambang pada sisi terdangkal / singkapan ini bisa terbentuk dari floor atau bench/slope.
    37. Match Factor : Angka yang menunjukkan hasil perbandingan antara produksi alat muat dengan alat angkut yang dilayani. Match = seimbang jika nilainya 1 (satu).
    38. Mud Pond : Kolam Penampungan lumpur.
    39. NAR : singkatan dari net as-received, yaitu nilai (kalori) bersih dari conto batubara yang dianalisis dilaboratorium dan merupakan nilai kalori gross air dried (lihat GAD) disesuaikan dengan pengurangan unsur hidrogen.
    40. OB : singkatan dari Over Burden, yaitu lapisan tanah (batuan) yang menutupi lapisan batubara. sering disingkat dengan O/B.Bila Over Burden telah digali diangkat dan dibuang disebut waste (limbah).
    41. Overall slope : Kemiringan total dari beberapa slope yaitu dari crest tertinggi sampai toe yang paling terdalam.
    42. Out Crop : Singkapan batu bara / ujung atas batu bara yang terlihat langsung tanpa ada tanah (material) penutup.
    43. Rain : Waktu selama hujan berlangsung.
    44. Request Level (RL) : Ketinggian/level/elevasi yang diminta sesuai.
    45. Rip Rap : Tempat aliran air yang sengaja dibuat untuk mengalirkan air pada sisi kiri dan kanan jalan.
    46. Road drainage : Drainasi atau pengaliran air dari sisi kiri dan kanan jalan.
    47. Road maintenance : Perawatan jalan yang meliputi : grading, compacting, water spraying, bund wall, re-seating material surface, perawatan dll.
    48. Road pavement : Lapis pengerasan jalan, ini bisa terjadi dari agregate (batuan base/sub base coarse, coarse, surface), aspal atau beton.
    49. Roof : Lapisan bagian paling atas batu bara (coal).
    50. ROM ( Stock Pile ) : Run Off Mine, Raw Off Mine.
    51. Seam : lapisan batubara dengan kata lain suatu pelapisan tipis bila dibandingkan dengan tebalnya batuan di sutu wilayah geologi yang dapat terbagi menjadi 2 atau lebih lapisan dan secara terpisah atau digabung merupakan endapan batubara yang biasanya layak ditambang. Seam adakalanya juga berarti lapisan bahan galian mineral logam.
    52. Settling Pond : Kolam Pengendapan.
    53. Sight distance : Jarak pandang baik pandangan henti sampai dengan pandangan menyiap .
    54. Slippery : Wet condition, Waktu yang hilang setelah hujan sampai dengan kering dan dapat beroperasi kembali.
    55. Slope : lereng atau permukaan yang miring (membentuk sudut dengan bidang datar). Biasanya bentuk kemiringan dari bukaan (permuka) tambang terbuka. Di dalam geometri tambang terbuka lereng ini mempunyai batasan (terukur) mengikuti kaidah mekanika batuan (kemantapan lereng) dan ketentuan pemerintah.
    56. Stripping Ratio (SR) : Perbandingan jumlah volume batuan (OB, waste) yang harus dibongkar untuk mendapatkan sejumlah (ton) mineral/bahan tambang (Coal – Ore). Misalnya SR = 1 : 8.
    57. Sub Grade : Konstruksi badan jalan dari tanah yang telah memenuhi persyaratan kepadatan tertentu.
    58. Sub Soil : Tanah di bawah lapisan Top Soil tetapi diatas OB.
    59. Sump : tempat yang paling rendah (semacam kolam kecil) dalam tambang (tambang dalam atau tambang terbuka) untuk menampung air dan dari tempat itu air dipompakan keluar tambang.
    60. Super elevasi : Kemiringan badan jalan dari titik tengah (center line) sampai ke sisi terluar jalan.
    61. Toe : Sisi bawah / kaki slope.
    62. Top Soil : Tanah pucuk yang mengandung “hara” (bahan yang menyuburkan tanah.
    63. Underburden : sama dengan seat clay.
    64. Waste Dump : Nama lain disposal.
    65. Waste : Material-material yang tidak “dipakai”.
    66. Water spraying : Penyiraman jalan, biasa dilakukan untuk mengurangi debu atau menjaga kelembaban jalan tertentu.

    Semoga bermanfaat.

    1 2 3 4 5 8